Teknik Sederhana Menarik Perhatian Pembaca di Awal dan Melibatkan Mereka di Akhir Artikel

Pernahkah Kamu merasa, telah menulis artikel yang bagus tapi tidak ada orang yang membacanya?

Pun Kamu sudah membuat judul artikel yang hebat. Menulis dengan gaya percakapan dan struktur tulisan yang mudah diikuti. Namun, semuanya itu belum memberi hasil yang diharapkan.

Atau dari laporan Analytic, Kamu mengetahui bahwa sebenarnya artikel Kamu dibaca pengunjung, namun tidak satu pun yang tertarik meninggalkan komentar.

Apa yang salah? Kebanyakan blogger merasa ‘putus asa’ pada keadaan ini dan tidak melakukan upaya apapun lagi, sesuatu yang amat disayangkan.

Jika Kamu mengalami hal ini, bisa jadi Kamu memiliki konten hebat, gaya penulisan yang unik dan tertata apik, namun barangkali Kamu melupakan kedua hal penting, yaitu: Introduksi dan Konklusi.

Introduksi adalah beberapa kalimat pembuka. Introduksi harus mampu menarik perhatian sebesarnya-besarnya kepada pembaca, atau mereka akan melewatkan untuk membaca artikel sampai tuntas.

Konklusi adalah beberapa kalimat penutup atau berupa kesimpulan. Ia harus berisi ajakan untuk melibatkan pembaca. Jangan pernah berharap bahwa pembaca akan melakukan hal yang Kamu inginkan, tanpa Kamu memintanya.

Kesalahan umum pada introduksi dan konklusi

Setiap hari saya selalu menyempatkan diri membaca banyak artikel, sering pula melakukan sedikit pendalaman pada beberapa blog yang cukup menarik perhatian. Hasilnya, dari waktu ke waktu, amat banyak saya temukan kesalahan paling umum dilakukan blogger dalam merangkai pembuka dan penutup artikel mereka.

Kesalahan umum pada introduksi

  • Terlalu panjang, bertele-tele untuk sampai ke inti pembahasan. Mereka menulis ide atau inspirasi di balik posting yang dibuat. Menyampaikan bahwa mereka sudah lama tidak mengupdate blog, dan seterusnya.
  • Tidak menjelaskan apa hal penting yang akan disampaikan. Jika pembaca tidak mengerti apa yang akan mereka dapat dari artikel Kamu, maka mereka tidak akan bertahan lebih lama.

Kesalahan umum pada konklusi

  • Tidak menambahkan konklusi sama sekali, misalnya pada tulisan berupa list to do, maka artikel berakhir begitu saja pada poin terakhir, tanpa kesimpulan, tanpa kalimat penutup apapun. Ini sebuah kesalahan besar, dan artinya Kamu telah menyia-nyiakan satu peluang bagus untuk melibatkan pembaca.
  • Hanya membuat rangkuman atau kesimpulan artikel, tanpa menambahkan call to action.

Tips sederhana memperbaiki introduksi dan konklusi: buatlah pertanyaan!

Ada banyak teknik yang digunakan para penulis top dalam membuat introduksi dan konklusi yang baik, namun saya hanya akan menyampaikan tips yang sangat sederhana namun sudah terbukti berhasil, yaitu: ajukan pertanyaan!

Ya. Membuat pertanyaan. Pertanyaan memaksa pembaca untuk berpikir. Ini adalah teknik yang amat mudah, tapi sangat efektif menarik perhatian sekaligus mengajak mereka terlibat dan merubah artikel menjadi komunikasi dua arah.

Pertanyaan dalam introduksi

Bukalah artikel Kamu dengan sebuah pertanyaan, atau sisipkan pertanyaan di kalimat pembuka. Terutama pertanyaan yang idealnya akan dijawab ‘YA’ oleh pembaca.

Sebagai contoh, artikel tentang tips mengatasi masalah bau badan, Kamu bertanya: ‘Apakah Kamu selalu tidak percaya diri berdekatan dengan teman karena masalah bau badan?’

Ide di balik teknik ini adalah memberitahu pembaca bahwa Kamu berada di pihak mereka, dan mengerti apa yang akan mereka dapat selanjutnya dari artikel Kamu.

Pertanyaan juga secara implisit mengandung satu janji bahwa artikel Kamu akan mengajari pembaca bagaimana cara mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Berikut 2 contoh lainnya:

Pertanyaan dalam konklusi

Kamu juga bisa memanfaatkan kekuatan ‘pertanyaan’ di bagian akhir artikel Kamu. Selain mengajak pembaca berpikir, sebuah pertanyaan juga akan memancing pembaca untuk berkomentar.

Berikut beberapa 2 contoh:

  • Apakah Kamu termasuk orang yang berolahraga secara rutin? Jika ya, apa manfaat terbesar yang Kamu rasakan? Jika belum, kenapa? Apa yang mencegah Kamu berolahraga? Bagikan pengalaman dan pendapat Kamu melalui komentar.
  • Apakah masih adakah yang saya lewatkan? Apakah Kamu merasa kesulitan melakukan hal-hal di atas? Jangan sungkan, manfaatkan kolom komentar bila ada pertanyaan atau tambahan.

Nah, sekarang terserah Kamu. Sudah dapat ide pertanyaan apa yang akan Kamu gunakan pada artikel Kamu berikutnya? Bagikan melalui komentar.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

6 Komentar

  • Gmna menurut sob..
    Jika artikel tidak dibahas secara detail, sebagai contoh judul artikel ” membahas cara mengatasi …….” namun di akhir artikel diberikan pertanyaan konklusi?
    Ini dengn maksud ada rasa penasaran bagi pembaca.

  • bener juga ya… ternyata dari semua artikel yg saya posting di blog hampir semuanya berantakan dalam Introduksi dan Konklusi-nya… hemmmm…. matur tengkyu bang pencerahannya…

  • benar sekali mas bro, melibatkan pembaca dalam postingan agar mereka merasa dilibatkan sangatlah penting…

    terimakasi. salam.