Cara Menghasilkan Uang dari Uang Mati

Tahukah Kamu, bahwa uang itu juga bisa mati?

Lihatlah sekeliling Kamu ada berapa banyak barang yang sudah tidak terpakai. Sadarkah Kamu, bahwa itu semua dibeli dengan rupiah? Kini uang itu berbentuk barang. Sebagian mungkin hanya teronggok di sudut ruangan, berdebu. Dibuang sayang, digunakan juga tidak. Itulah uang mati.

Pada zaman dahulu barang bisa ditukar dengan barang lain. Itu namanya barter. Kalau sekarang hampir tidak bisa.  Susah untuk digunakan berbelanja.  Barang/jasa harus diubah dulu jadi uang untuk bisa ditukar dengan hal-hal lain.

Itulah alasan uang dikatakan bersifat cair, mudah mengalir kemana saja.

Mengapa sebaiknya Kamu jual barang-barang yang tidak terpakai?

Barang-barang yang tidak terpakai nilainya akan terus berkurang. Khususnya barang elektronik. Sebab teknologi selalu berkembang. Baru sebulan kemarin beli, hari ini nilainya sudah terjun bebas.

Selain itu semua benda itu ada usianya. Coba perhatikan buku komik dan novel yang dulu Kamu sayangi dan koleksi hingga setinggi gunung. Sekarang kertasnya makin menguning.   Apalagi ketika rumah kebanjiran, kelembapan udara menjadi tinggi, langsung kertas-kertas buku komik menyerap uap air sampai terlihat bergelombang atau keriting.

Benda yang tidak dipakai, tidak lagi ada manfaat.  Apakah Kamu menyimpan alat-alat olah raga yang dulu Kamu bilang, “Kalau saya beli ini, saya pasti rajin olah raga.” Sekarang mereka ditoel pun tidak dan dipenuhi sarang laba-laba. Lalu apakah gunanya, selain memenuhi ruangan yang terbatas dan menambah sumpek?

Bagaimana cara menjual barang-barang ini?

Kamu bisa menjualnya secara online dengan memanfaatkan tempat-tempat yang memberikan fasilitas menjual barang. Misalnya saja di dapur-Uang.com. Di sana telah dilengkapi fasilitas untuk memasang iklan gratis, mudah dan cepat.

Apa yang perlu diperhatikan saat menjual barang?

Pertama, foto. Ingat, kata pepatah “dari mata turun ke hati, setelah itu ke dompet.” Kalau tidak percaya, tanya saja wanita. Begitu matanya menangkap sepatu cantik, wah, langsung keluar uang dari dompetnya dengan cepat.

perlengkapan foto

Oleh karena itu memikat hati orang melalui mata adalah salah satu teknik menjual yang perlu Kamu ketahui.

Fakta, bahwa orang membeli umumnya berdasarkan perasaan. Kemudian membenarkan dengan logika. Misalnya, aku akan beli Ipad ini, agar memudahkanku menghafal Juz Alquran.  Bentuknya ringkas dan mudah di bawa kemana-mana. Padahal sih setelah beli mungkin untuk urusan lain.

Oleh karena itu perhatikanlah kualitas foto jepretan Kamu untuk meng-hook sisi emosional calon pembeli Kamu.

Tips-tips memfoto

1.  Perhatikan pencahayaan
Tidak semua orang memiliki kamera DSLR yang mahal. Minimal, mereka menggunakan HP.  Sayangnya HP itu memiliki kemampuan terbatas. Kesalahan yang sering dilakukan adalah memotret di dalam ruangan yang tidak cukup sinar matahari. Misalnya pada malam hari. Hal ini menyebabkan foto menjadi gelap dan bintik-bintik (noise). Orang jadi tidak nyaman melihatnya.

Jika Kamu memotret dalam lingkungan kurang cahaya, yang terjadi adalah kamera harus membuka lensa lebih lama. Apabila tangan Kamu bergerak sedikit saja, ini akan menghasilkan gambar yang blur.

Kamu bisa saja memanfaatkan blitz. Fotografer pro juga pakai blitz. Bedanya, cahaya blitz kamera HP Kamu akan menembak langsung ke arah obyek, sehingga barang Kamu terpapar cahaya yang kuat. Sedangkan kalau blitz fotografer pro, dia menggunakan alat pemendar cahaya, sehingga cahaya blitz terpantul ke seluruh ruangan dan ke obyek secara merata, sehingga hasil jepretan terlihat lembut.

2. Perhatikanlah kebersihan dari barang yang Kamu.
Karena kalau gambar Kamu menimbulkan rasa jijik atau membangkitkan perasaan negatif, maka kesempatan Kamu menjual barang akan semakin kecil.

3. Perhatikan background Kamu
Carilah sebisa mungkin tempat yang bersih dan enak dilihat. Hindari memotret benda di atas tempat tidur. Selain itu ranah pribadi Kamu, tempat tidur akan memberikan bayangan-bayangan yang kurang sedap di pikiran calon pembeli Kamu.

Kecuali memang situasi memaksa, ya sudah jepretlah foto sebaik mungkin yang Kamu bisa.

Kedua, perhatikan penggunaan kata-kata. Jika Kamu pernah membaca tentang NLP, maka Kamu akan tahu, bahwa kata-kata tertentu dapat memberikan reaksi tertentu di otak. Oleh karena pemilihan kata-kata yang tepat akan memperbesar peluang Kamu jualan.

microphone

Sebagai contoh kata-kata seperti:

“Benda ini akan menghemat waktu Kamu. Biasanya untuk membersihkan ruangan akan menuntut 30 menit dari waktu Kamu, sekarang bisa berkurang menjadi sekitar 10 menit saja”
Ini akan menarik orang yang sibuk dan sedang mencari cara untuk mengefisiensikan waktu mereka.

“Benda ini akan menjamin Kamu tidak mengalami masalah yang sama.”
Kata “jaminan” akan menarik bagi orang-orang yang cenderung mengedepankan keamanan dan kepastian.

Ketiga, perhatikan harga. Ini memang sesuatu yang susah-susah gampang. Biasanya orang pikir harga itu obyektif. Kalau bagus pasti mahal, kalau murah pasti jelek. Padahal tidak selamanya seperti itu. Harga itu sifatnya subyektif. Mahal atau murah, itu tergantung bagaimana orang mempersepsikan nilai barang yang dilihatnya.

uang mati

Tugas Kamu adalah menciptakan persepsi itu.  Kamu tidak bisa berharap, orang akan tahu nilai barang itu dengan sendirinya. Itulah mengapa Kamu perlu memanfaatkan foto dan kata-kata.

Inilah fakta tentang harga, makin diingini sebuah barang, harga bisa semakin tinggi dan cepat laku. Jika orang butuh uang buru-buru biasanya dia akan jual lebih murah, agar cepat laku. Orang bisa saja pasang harga tinggi untuk barang yang tidak begitu diinginkan pasar.  Tapi biasanya akan butuh waktu lebih lama untuk terjual.

Mahal atau murah itu persepsi orang terhadap nilai produk. Meskipun demikian kalau Kamu jual barang, biasanya orang pasti bilang mahal.  Kamu jual Rp.500.000, dia tawar Rp.300.000.  Kamu jual Rp.300.000, dia bilang Rp.100.000.  Tidak semua orang adalah calon pembeli yang cocok.

Kemudian yang perlu Kamu ingat sebagai penjual atau pembeli. Penjual berhak menentukan harga jual. Jika A pasang harga Rp. 500.000 sedangkan Kamu Rp. 1.000.000 itu tidak membuat Kamu menjadi seorang penipu.

Penipu adalah orang yang dengan sengaja menyembunyikan hal-hal yang seharusnya diketahui oleh pembeli atau memberikan informasi yang salah. Dengan demikian pelanggan memiliki persepsi dan ekspektasi tertentu.  Akibatnya ketika pembeli menerima barangnya dan ternyata benda itu di bawah harapannya.  Di situlah ia akan merasa dibohongi. Dalam kasus tertentu bisa timbul kemarahan dan hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Menipu dan menjual tidaklah sama.

Itulah beberapa tips untuk mengubah uang mati Kamu menjadi uang hidup. Dengan demikian nantinya Kamu akan bisa menggunakan uang itu kembali untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

dapur-Uang.com adalah tempat alternatif untuk Kamu menjual barang tidak terpakai Kamu. Cukup pasang iklan. Gratis, cepat dan mudah. Nanti orang-orang yang berminat dengan produk/jasa Kamu akan menghubungi Kamu.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

7 Komentar

  • Pada dasarnya sih banyak cara menghasilkan uang di internet, inti dari itu semua sepertinya meemfokuskan perhatian kita pada apa yg sedang:kita lerjakan agar midah berhasil

  • Wadooohh.. bener katanya Trav. Benda atau koleksi kita kalo di jual itu rasanya nyeseek minta ampun. Yaa mungkin untuk orang yang sudah kelebihan uang tidak lagi memperhatikan, tapi bisa saja merawat. Maka dari itu, untuk para koleksioners kayaknya mesti jeli dan tajam pikirannya, beli hal-hal yang bermanfaat dulu, kalo memang di jual juga ntr bermanfaat utk orang lain dan tentunya harga juga tidak terlalu jatuh dari harga awalnya.

  • Tulisan yang bagus dan menginspirasi, terkadang karena kecintaan pada barang barang orang mengumpulkan untuk koleksi. Entah namanya pemborosan atau apapun yang jelas lama kelamaan itu seperti barang barang yang bahkan tidak terperhatikan atau terpelihara. Ide menjual barang-barang seperti ini sepertinya ide yang bagus. Tapi pastinya tidak berlaku untuk mereka yang telah kelebihan uang di rekeningnya… Hehe

  • @Peluang bisnis: Sebagian orang ada yang mendapatkan penghasilan dari rongsokan. Jadi asal ada orang yang apresiasi, maka meski rongsokan masih ada nilainya.

    @Ekspedisi dunia bisnis: Ya, sekarang sudah disediakan fasilitasnya. Ke depannya akan terus disempurnakan, agar orang makin cepat laku dagangannya.

  • Tapi sepertinya barang2 yg disekelingvsaya tak layak jual.. memang sih klu di fikir2 sudah habis banyak uang tapi kalu di jual kemungkinan juga gak laku.. soalnya barang rongsokan.. hehe

close