Pengalaman Pribadi

Pengalaman Mengurus Kartu ATM yang Hilang Dicuri Orang

Ceroboh dan lupa adalah salah satu kebiasaan burukku yang sering terjadi, dan yang membuat keluargaku kesal jika hal itu sudah terjadi. Sewaktu masih sekolah dulu aku sering sekali mengalami lupa membawa topi untuk upacara bendera, lupa membawa bekal, lupa membawa buku, dan masih banyak lupa lainnya.

Jika kelupaan tersebut masih bisa diatasi dan tidak menimbulkan masalah mungkin masih menjadi tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah jika efek dari lupa tersebut akan membuatku rugi sendiri. Salah satu kejadian yang cukup fatal dalam hidupku adalah ketika aku lupa menaruh dompetku, kupikir dompet tersebut sudah dimasukkan ke dalam tas tetapi ternyata belum.

Pagi itu aku pergi ke kantor seperti biasanya, sebelum pergi aku memeriksa kembali semua perlengkapan seperti dompet, handphone, alat make up, dan masih banyak lagi. Setelah selesai memeriksa aku pun berangkat kerja. Sebelum sampai di kantor aku sempat mampir dahulu di ATM untuk mengambil uang.

Ketika akan pergi makan siang otomatis aku mengambil dompetku di dalam tas, tetapi setelah kucari-cari ternyata dompetku tidak ada. Sampai kukeluarkan semua isi tasku, sampai aku menyerah. Akhirnya aku mencoba mengingat-ingat kembali di mana terakhir kali kulihat dompet tersebut, ternyata aku meninggalkannya di ATM ketika mengambil uang.

Ketika aku kembali ke ATM ternyata dompetku sudah raib beserta dengan isi uang, ATM, KTP, SIM dan lain sebagainya. Rasanya menyesal sekali, dan kesal dengan sifat pelupaku sendiri. Esok harinya aku langsung mengurus masalah kehilangan tersebut dengan Bank yang bersangkutan. Menurut temanku yang pernah kehilangan kartu ATM, aku pun mengikuti beberapa langkah.

Kebetulan aku dan temanku menggunakan kartu ATM dengan Bank yang sama, karena katanya beda Bank maka prosedurnya pun ikut berbeda. Saat itu aku kehilangan, sehingga memutuskan untuk mengikuti saran temanku dalam mengurus kartu yang hilang tersebut. aku menyiapkan surat keterangan kehilangan dari kantor polisi terlebih dahulu.

Kemudian menyiapkan buku tabungan Bank BRI asli dan surat identitas, karena kebetulan KTP dan SIM juga hilang maka surat keterangan dari kantor polisi dibuat double. Untungnya membuat surat keterangan hilang tersebut cukup mudah, dengan Polisi yang ramah dan tidak dikenakan biaya apapun. Setelah memiliki surat keterangan tersebut aku pun pergi ke Bank BRI.

Seperti biasa aku disambut oleh Satpam yang ramah dan langsung diberi nomor antrian CS. Satu hal lagi, jika kamu membuat kartu ATM BRI tersebut pertama kali di JL. Singa misalnya maka untuk pembuatan ATM baru pun harus dibuat di BRI cabang Jl. Singa. Hal itu sudah menjadi prosedur dari Bank itu sendiri. Maka aku pun membuat kartu ATM baru di tempat pertama kali membuat ATM itu.

Hal pertama yang ditanyakan oleh CS adalah surat keterangan kehilangan dari kepolisian, kemudian buku tabungan dan identitas asli. Proses sempat terhambat karena kebetulan KTP-ku juga hilang sehingga CS tersebut harus berkolaborasi dahulu dengan atasannya, bagaimana jika KTP juga hilang. Maka setelah menunggu beberapa menit lamanya yang cukup lama, kartu ATM-ku diproses.

Sebelumnya aku disuruh mengisi formulir untuk membuat kartu ATM baru, setelah CS membuat kembali keterangan baru di komputernya tak lama kemudian kartu ATM-ku yang baru pun jadi. Pergantian kartu dikenakan biaya sekitar 15 ribu rupiah saja, setelah berbasa basi cukup dengan si CS akhirnya kartu ATM-ku kembali dan setelah diperiksa saldonya masih utuh.

Setelah melakukan pergantian kartu ATM tersebut, aku pun mulai merencanakan untuk mengganti kartu SIM dan KTP. Prosesnya memang cukup ribet ternyata, tetapi hal itu membuatku lebih sadar dengan barang-barang yang dimiliki. Agar aku tidak lupa atau menyimpannya sembarangan, karena setelah kehilangan yang rugi kan aku sendiri.

Apalagi aku juga kehilangan uang yang ada di dalam dompet yang jumlahnya cukup besar, untungnya uang di ATM tidak aku ambil semua sehingga masih ada sisa uang di ATM tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Pengalaman kehilangan lalu membuat lagi yang baru ternyata cukup membuatku kapok, dan lebih berhati-hati dalam melakukan segala hal agar tidak lupa.

Tentang penulis

Yurissa

Yurissa

Tulis komentar