Pengalaman Pribadi

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Bidik Misi UPN

Masa masa putih abu abu telah usai, aku harus mempersiapkan diri untuk mendapatkan bangku kuliah di perguruan negeri. Bekal ilmu sudah aku dapatkan selama disekolah, sekarang aku harus mencari pengalaman baru untuk mewujudkan semua harapan dan cita cita. Masalah perekonomian dikeluarga bukanlah hal yang harus aku pusingkan, namun apa salahnya jika kita dapat meringankan beban orang tua.

Aku mencari beberapa informasi mengenai beasiswa yang bisa aku dapatkan selama di perkuliahan, aku pernah mendengar bahwa ada beasiswa yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi dengan kondisi ekonomi mengengah kebawah. Beasiswa tersebut akan diberikan kepada mahasiswa setiap tahun dengan biaya kuliah 0 rupiah. Aku tertarik dan mulai mencari informasi seputar beasiswa tersebut. aku juga bertanya pada guru BK yang mengurus masalah beasiswa dan kemudian aku mendapatkan rekomendasi dari sekolah untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Beasiswa bidikmisi memiliki sistem seleksi yang sangat ketat, administrasi yang diperlukan sangat mendetil untuk meminimalisir kesalahan sasaran penerima. Mulai dari nama orang tua kandung maupun orang tua tiri, kondisi rumah, aset yang dimiliki, perekonomian keluarga, bahan atap dan dinding rumah, sumber air, status kepemilikan rumah, jumlah saudara, tagihan listrik dan lain sebagainya.

Sedikit sharing mengenai tatacara pendaftaran beasiswa bidikmisi, awal yang harus dilakukan adalah mengkomunikasikan dengan guru yang bersangkutan, kemudian mengisi borang yang ada pada laman web bidikmisi. Setelah semua dilengkapi, baik tulisan maupun foto yang diperintahkan dan semua telah benar apa adanya, klik opsi verifikasi untuk menyimpan draft borang kalian.

Kemudian kalian pilih halaman terakhir pada web tersebut kemudian melakukan pendaftaran bidikmisi untuk masing masing tujuan. Ketika kalian akan menggunakan akun bidikmisi untuk mendaftar seleksi masuk pergutuan tinggi, kalian harus menginput atau mendaftarkan nomor akun Kamu sebagai peserta SNMPTN / SBMPTN / UMPTN. Dengan demikian kalian akan mendapatkan nomor PIN dan KAP untuk mendaftar bidikmisi di perguruan tinggi.

Saat pendaftaran SNMPTN ataupun SBMPTN, kalian akan membuka web SNM atau SBM untuk mendaftar, setelah memilih perguruan tinggi yang diharapkan, kalian harus membuka laman terakhir dari web tersebut yang bertuliskan bidikmisi. Nomor PIN dan KAP yang telah diperoleh disalin pada kolom yang telah disediakan. Setelah itu baru kalian dapat memverifikasi pendaftaran.

Setelah kalian dinyatakan lolos perguruan tinggi, seleksi beasiswa ini dilanjutkan oleh pihak kampus. biasanya pegawai kampus akan melakukan survey ke rumah kita untuk pengecekan dan validasi data. Setelah semua urusan selesai, kalian harus melengkapi berkas berkas dan diserahkan pada pihak kampus.

Hasil seleksi beasiswa akan diumumkan melalui pihak kampus. setiap mahasiswa akan menerima beasiswa tersebut dalam bentuk uang kuliah dan kalian akan diberi kartu atm pribadi yang akan digunakan untuk distribusi uang saku setiap semesternya. Uang saku ini dapat kalian gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari saat kuliah, sedangkan uang kuliah tunggal akan langsung masuk ke kampus.

Beasiswa ini memiliki beberapa peraturan, kalian dituntut untuk lulus tepat waktu dengan masa studi 4 tahun karena biaya yang akan diberikan hanya sampai 8 semester perkuliahan. Selain itu kalian juga dituntut untuk selalu berprestasi serta aktif dalam organisasi kampus.

Bagi mahasiswa yang memiliki catatan prestasi buruk akan menerima sanksi dengan dicabutnya hak atas beasiswa tersebut. mahasiswa bidikmisi diwajibkan untuk mengikuti semua event yang diadakan oleh kampus ataupun dari program pemerintah.

Aku memiliki beberapa pendapat mengenai beasiswa. Beasiswa bukan sesuatu yang dapat diterima dengan mudah, ketika kita memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi maka kita tidak boleh meremehkan tanggung jawab tersebut, kita harus sadar bahwa kesempatan yang kita terima ini adalah kesempatan yang mungkin orang lain juga mengharapkannya. Keteguhan kita dalam menimba ilmu sangat diharapkan oleh semua penyelenggara.

Saat aku merasa bosan dan malas, aku merasa beban yang aku pikul semakin membesar karena harapan dari kedua orang tua serta saudara yang lain sangatlah besar. Aku ingin merubah kebiasaan buruk yang menyita waktu sehingga aku memiliki waktu yang berkualitas, karena sebaik baiknya orang adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

Tentang penulis

Anindya

Anindya

Tulis komentar