Pengalaman Pribadi

Pengalaman Menjadi Pengajar TPA

Bulan puasa merupakan bulan yang istimewa bagi umat islam. Banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat untuk memeriahkan bulan yang penuh berkah tersebut. Diantaranya adalah diadakannya kegiatan TPA atau Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Selain itu, ada pula kegiatan lain seperti tadarus bersama di masjid, buka bersama, pengajian dalam rangka khataman Al-Quran di akhir bulan puasa.

Banyak sekali agenda yang dijadwalkan untuk turut menyambut dan memeriahkan bulan puasa dengan melakukan kegiatan – kegiatan positif, salah satunya adalah diselenggarakannya TPA. Tujuan dilakukannya TPA adalah untuk mengajak generasi muda dan anak – anak mengenal dan belajar Al-Qur’an dengan baik.

Dengan diadakannya TPA diharapkan anak – anak dapat mencintai dan membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan aturan baik tajwid maupun pelafalannya. TPA menjadi salah satu wadah untuk menggiring anak – anak untuk mencintai dan gemar membaca Al-Qur’an.

Selain mempelajari baca tulis Al-Qur’an, anak – anak juga diajari berbagai macam pengetahuan yang dikemas dengan baik melalui cara yang menarik. Salah satunya adalah dengan mengadakan berbagai macam lomba.

Lomba tersebut antara lain adalah lomba adzan untuk anak putra, lomba hafalan doa sehari – hari, lomba tentang pengetahuan yang berhubungan dengan sejarah islam. Selain itu, ada juga lomba menggambar dan mewarnai. Lomba mewarnai dibedakan antara anak – anak dengan remaja. Itulah beberapa macam lomba yang sering diadakan selama bulan puasa.

Lomba – lomba tersebut diadakan untuk menarik perhatian dan memotivasi anak – anak agar senang dalam mengikuti kegiatan selama TPA. Tak lupa di setiap TPA anak – anak belajar mengaji sesuai dengan tahapan belajar mengaji yang ditempuhnya. Beberapa anak masih belajar Iqro’ dan beberapa ada yang telah lancar untuk membaca Al-Qur’an.

Antusias Anak – anak Mengikuti TPA

Saya sangat senang melihat antusias anak – anak dalam mengikuti TPA. Seperti biasa agenda yang sering dilakukan adalah dibuka dengan membaca doa, lalu masing – masing anak mengaji dan setelah itu diisi dengan ‘permainan’ yang memiliki nilai edukasi contohnya tebak – tebakan dan lain – lain.

Salah satu contoh dari permainan edukasi adalah anak diminta duduk melingkar. Selanjutnya kita menyanyikan sebuah lagu sambil memutarkan benda seperti spidol, pensil, penghapus atau pun lainnya. Saat lagu berhenti, salah satu dari mereka yang memegang spidol akan diberi tantangan.

Permainan ini sangat menarik anak – anak. Biasanya tantangan yang diberikan juga sangat menarik, antara lain adalah menyanyi, hafalan doa sehari – hari dan lain – lain. Inilah permainan game yang seru dan membuat anak – anak senang. Lagu yang dinyanyikan sebagian besar adalah lagu – lagu anak islami.

Selain itu, terkadang kita juga belajar melakukan tepuk konsentrasi sebelum permainan dimulai agar anak – anak bisa fokus berkonsentrasi untuk mengikuti jalannya permainan edukasi tersebut. Selain permainan, hal menarik yang membuat anak antusias dalam mengikuti kegiatan TPA adalah adanya berbagai lomba –lomba.

Salah satunya adalah lomba mewarnai gambar yang telah disediakan oleh panitia. Anak – anak sangat senang dapat meningkatkan keterampilan dan kecerdasan mereka. Tujuan diadakannya lomba adalah agar anak semakin semangat untuk mengikuti TPA. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, anak – anak dapat belajar Al-Qur’an dan lain – lain serta dapat bermain yang edukatif.

Ada waktu yang disediakan untuk anak – anak mendapatkan materi cerita inspiratif yang mengandung unsur motivasi. Anak – anak pun sangat antusias untuk mendengarnya. Harapannya adalah anak termotivasi untuk belajar lebih giat dan menjadikan belajar itu lebih menyenangkan sehingga anak tidak merasa bahwa belajar adalah sebuah beban.

Perlahan anak diajak untuk memahami bahwa belajar adalah hal wajib yang harus dilakukan. Selain itu, anak juga diarahkan untuk berani unjuk diri. Ada beberapa sesi yang memberi kesempatan anak untuk berbicara di depan teman – temannya sehingga melatih rasa percaya diri pada anak dan belajar untuk menghargai temannya yang sedang berbicara.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan harus didasari dengan rasa cinta terhadap apa yang akan kita perjuangkan. Sama halnya saat kita memiliki impian untuk mencetak generasi emas, tentu kita membutuhkan strategi khusus agar kita dapat membuat anak itu bisa belajar dengan nyaman, menyenangkan dan tidak tertekan.

Oleh karena itu, pada saat acara khataman Al-Qur’an akan diumumkan para juara lomba yang telah dilaksanakan saat TPA. Hal ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada anak – anak. Semua anak juga akan mendapatkan apresiasi atas semangat mereka dalam mengikuti TPA.

Tentang penulis

Nur Hanifah

Nur Hanifah

Nama saya Nur Hanifah. Lahir di Magelang, 23 Mei 1993. Saya tinggal di Bugangaan, Sriwedari, Muntilan, Magelang. Hobi saya adalah membaca dan menulis. Saya sangat senang menggeluti bidang sastra.

Tulis komentar