Peluang Bisnis

5 Tips Bisnis Ayam Petelur Bagi Pemula di Kampung atau Rumahan

Telur ayam menjadi salah satu bahan makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia, selain tentu saja daging ayamnya. Lihat saja di pinggiran jalan, pasti ada saja yang berjualan telur ayam di toko sembako. Karena itu, tak heran jika tak sedikit orang yang menjalani bisnis ayam petelur, mengingat keuntungan yang datang bisa cukup besar jika dikelola dengan baik.

Tips Bisnis Ayam Petelur Modal Kecil di Kampung atau Rumahan Bagi Pemula

Tentunya, sebelum memulai bisnis ayam petelur, ada beberapa hal yang harus Kamu ketahui,  mulai dari karakteristik ayam petelur, sampai dengan cara perawatannya. Bila hal ini sudah Kamu lakukan dengan baik, maka Kamu bisa mulai menjalankan bisnis ini. Bila ingin hasilnya lebih maksimal, maka Kamu bisa lihat tips di bawah ini.

1. Lokasi kandang

kebersihan-kandang

Lokasi yang tepat untuk kandang ayam petelur ini sebaiknya tidak berada di tengah permukiman warga. Selain bisa mengganggu warga karena bau yang menyengat, terkadang ayam juga jadi tak produktif, karena ayam petelur dikenal sebagai ayam yang sensitif dengan suara bising, dan ayam petelur juga mudah stres.

Jadi, agar ayam petelur yang Kamu ternak lebih produktif, perlu diingat untuk meletakkan lokasi kandangnya jauh dari permukiman warga, namun tetap bisa Kamu awasi, sehingga tetap dalam keadaan aman dan terjaga dari maling ayam.

2. Pemilihan bibit ayam

lokasi-kandang-bisnis-ayam-petelur

Tentunya Kamu akan memilih bibit ayam yang berkualitas, agar menghasilkan telur yang berkualitas pula. Ayam petelur yang berkualitas yang sering dibudidayakan oleh peternak ayam ada dua jenis, yaitu ayam medium dan ayam lehorn.

Perbedaan dari ayam medium dan ayam lehorn terletak pada bentuk badan dan juga warna bulunya. Ayam medium memiliki bulu berwarna coklat dan sedikit gemuk, sementara ayam lehorn berbulu putih dan sedikit lebih kurus dibandingkan ayam medium.

Lalu, mana yang lebih baik di antara dua ayam tersebut? Tentu saja ayam medium lebih baik, karena lebih tahan stres, dan mampu bertelur lebih banyak. Meski demikian, tetap saja Kamu harus selektif memilih bibit ayamnya, sehingga Kamu bisa mendapatkan ayam yang sehat dan bebas cacat fisik. Jangan sampai salah pilih kalau tak mau menyesal kemudian.

3. Perhatikan kebersihan kandang

bisnis-ayam-petelur-makanan

Perawatan kandang menjadi hal yang utama jika Kamu ingin ayam Kamu produktif. Bila kandangnya bersih, maka ayam-ayam akan bisa berkembang biak dengan baik, dan juga lebih mudah bertelur. Sementara jika kandangnya kotor, maka ayamnya tak akan bisa bertelur dengan tenang.

Faktor lain yang dipengaruhi oleh kebersihan kandang adalah soal kesehatan. Tentunya, kandang yang bersih membuat ayam yang Kamu ternakkan terbebas dari penyakit. Karena itulah, perhatikan kebersihan kandangnya, dan juga wadah makanan ayam Kamu.

4. Pemilihan makanan yang tepat

bibit-bisnis-ayam-petelur

Bila ayam Kamu diberi makanan yang tepat, maka telur yang dihasilkan juga akan berkualitas. Selain itu, jumlah telurnya juga akan meningkat. Beberapa makanan yang bisa Kamu berikan untuk ayam Kamu antara lain adalah jagung atau tepung ikan.

Sama seperti manusia, ayam juga perlu diberi makan sebanyak 3 kali sehari. Perhatikan pula porsi makan yang Kamu berikan ke ayam Kamu. Jangan sampai berlebihan, namun jangan sampai kekurangan juga. Dengan begini, semua nutrisi yang dibutuhkan ayam akan bisa terpenuhi semuanya.

5. Memberikan vaksin

Setelah nutrisi yang dibutuhkan ayam sudah terpenuhi melalui makanan, berikutnya Kamu bisa memberikan nutrisi tambahan dan juga vitamin dengan cara memberikan ayam Kamu vaksin. Tujuannya jelas agar ayam Kamu tak mudah sakit, dan nutrisinya tetap terjaga.

Jika Kamu menemukan ada ayam Kamu yang sakit, segera pisahkan ayam itu dari ayam yang sehat agar penyakitnya tak menular ke ayam-ayam yang lain. Lalu, Kamu bisa memberikan vaksin pada ayam yang sakit itu, agar bisa kembali sehat dan produktif seperti semula.

Menjalankan bisnis ternak ayam petelur memang tak bisa dibilang mudah, karena Kamu juga harus rajin-rajin memeriksa kesehatan sang ayam. Namun, jika sudah panen, maka semua usaha Kamu akan terbayarkan. Kamu pun bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dengan menjual telur hasil ternak ayam petelur Kamu.

Tentang penulis

Mendy Aisha Ramdhiani

Mendy Aisha Ramdhiani

Seorang blogger pemula yang masih juga terus belajar dan menempuh pendidikan formal S1 Teknik Geologi di Kota Pelajar Yogyakarta. Feel Free To Ask Me~

Tulis komentar