7 Tips Sukses Mengelola Bisnis Ikan Hias Paling Mudah

Bisnis ikan hias guppy adalah salah satu usaha yang dianggap mempunyai prospek cerah apalagi sekarang bisa memasarkan juga secara online. Sekarang saja sudah banyak peternak yang membudidayakan ikan guppy. Ini dikarenakan popularitas ikan guppy sedang naik di mata para pecintanya. Berbagai varian bentuk, ekor serta corak warna yang cerah menjadi daya tarik utama dari ikan guppy.

Ada banyak sekali jenis ikan guppy yang populer diantaranya adalah Leopard, Grass, Mozaic, Japan Blue, Tuxedo dll. Disamping daya tariknya, para peternak memutuskan untuk membudidayakan ikan guppy karena sifatnya yang tidak rewel sama seperti jenis koi. Bagi Anda yang berniat budidaya ikan guppy, maka sebaiknya simak terlebih dahulu informasi di bawah ini.

Cara Budidaya Dalam Bisnis Ikan Hias Guppy  Paling Mudah

1. Pemilihan indukan

Logikanya, agar menghasilkan anakan yang berkualitas, maka diperlukan induk dengan kualitas bagus pula. Pemilihan induk ikan guppy yang berkualitas akan mengoptimalkan proses budidayanya. Ada beberapa faktor yang harus Anda perhatikan dalam memilih indukan ikan guppy. Faktor yang harus Anda perhatikan ialah usia, perilaku, ciri fisik dan gennya.

  • Usia

Ikan guppy yang cocok untuk dijadikan indukan adalah usia diantara 4-5 bulan. Pada usia ini, ikan guppy telah cukup matang karena ekor, corak dan warnanya jelas. Selain itu, ukuran ikan guppy pada usia ini juga relatif besar.

  • Perilaku

Pilihlah ikan guppy yang sehat untuk digunakan sebagai indukan. Indikator kesehatan ikan guppy terletak pada kelincahannya, tidak ada cacat di tubuh dan nafsu makan yang tinggi.

  • Fisik

Bentuk fisik merupakan aspek paling menarik dari ikan guppy di mata pecintanya. Oleh karena itu, pilihlah ikan guppy yang berukuran besar dan memiliki warna atau corak mencolok.

  • Gen

Agar hasil anakan optimal, maka pemilihan gen dari ikan guppy wajib diperhatikan. Pastikan bahwa gen indukan tersebut merupakan keturunan asli bukan merupakan hasil kawin silang.

2. Pemisahan indukan

Sebelum melakukan proses pemijahan, pisahkan terlebih dahulu indukan ikan guppy yang sudah dipilih. Taruh indukan tersebut di dalam wadah atau kolam yang terpisah dan ganti airnya secara rutin 4 kali sehari selama 2 hingga 4 hari. Jangan lupa juga untuk menyediakan makanan secara teratur. Langkah ini bertujuan agar ikan guppy betina tetap fit saat pemijahan.

3. Proses pemijahan

proses-pemijahan-bisnis-ikan-hias

Sebenarnya, proses pemijahan ikan guppy sama dengan ikan kerapu. Ini dikarenakan proses pembuahan dan penetasan berlangsung di tubuh ikan betina. Dengan demikian, ikan betina terlihat seperti melahirkan. Sebelum memulai proses pemijahan, Anda harus menyiapkan wadah atau kolam dengan air bersih setinggi 30 cm. Tambahkan juga tanaman air sebagai tempat ikan bercumbu.

Selanjutnya, Anda dapat memasukkan indukan ikan guppy jantan dan betina ke dalam kolam atau wadah dengan perbandingan 1:3. Caranya, Anda terlebih dahulu harus memasukan induk ikan guppy betina di sore. Kemudian, barulah Anda memasukkan indukan ikan guppy jantan secara massal. Proses ini akan berlangsung 5-7 hari. Setelah indukan betina hamil maka segera dipisahkan.

4. Proses penetasan

proses-penetasna-telur-bisnis-ikan-hias

Anda harus memastikan bahwa wadah atau kolam yang dipakai untuk proses penetasan memiliki air yang bersih dan saluran aerasinya baik. Jadi, untuk menjaga wadah atau kolam Anda dapat mengganti air 2 kali dalam sehari. Selanjutnya, lakukan pemberian pakan jenis monia dan kutu air 2 kali sehari. Biasanya proses kehamilan hingga penetasan butuh waktu 3-4 minggu.

5. Proses pengeluaran benih

bisnis-ikan-hias-pengeluaran-benih

Dalam menjalankan bisnis ikan hias guppy, Anda harus cepat tanggap apalagi saat proses pengeluaran benih. Apabila Anda menemui tanda pada bagian anus ikan guppy yang bentuknya menyerupai kotak, maka pisahkan sang betina dari jantannya. Dengan demikian, ikan guppy betina dapat melahirkan anaknya jauh dari keramaian.

Normalnya, seekor ikan guppy betina mampu untuk menghasilkan anakan dalam jumlah 35-100 ekor. Setelah proses pengeluaran benih selesai, lalu pisahkan anakan agar tidak termakan indukan. Benih yang menetas biasanya akan mengkonsumsi sisa kuning telur pada bagian telurnya selama 3-5 hari. Setelah 5 hari, benih ikan guppy mulai mencari makan sendiri berupa kutu air, moina dan artemia.

6. Proses pendederan

bisnis-ikan-hias-pendederan-lele

Supaya benih ikan guppy dapat berkembang secara optimal, maka perlu dilakukan proses pendederan. Dalam proses pendederan, wadah atau kolam ikan hendaknya berada di tempat yang cukup menerima cahaya matahari. Cukupnya paparan sinar matahari akan membuat ikan guppy memiliki warna dan corak yang bagus.

Kemudian, tambahkan juga beberapa tanaman air seperti eceng gondok saat pendederan agar benih bisa berteduh. Upayakan juga agar sistem aerasi pada wadah atau kolam berjalan dengan baik dan lancar saat pendederan. Perbarui air di kolam dengan intensitas sekali per tiga hari dan biarkan setinggi 40 cm.

7. Proses pemisahan kembali

proses-pemisahan-ikan-kembali

Pada umur 20 hari, barulah Anda bisa membedakan ikan guppy jantan dan betina. Ikan guppy jantan biasanya mempunyai warna yang lebih kontras dibandingkan dengan betinanya. Sementara itu, jenis ikan guppy betina biasanya mempunyai ukuran yang besar dan tidak cacat. Setelah mampu membedakannya, Anda dapat memisahkan keduanya ke dalam dua wadah atau kolam berbeda.

Usaha ikan hias jenis guppy ternyata memiliki prospek yang cerah dan menguntungkan. Terlebih lagi proses budidaya yang dilakukan oleh peternak relatif mudah. Jadi, tidak salahnya bagi Anda untuk mencoba membudidayakan ikan guppy dan meraup keuntungan dari penjualan anakannya. Namun, saat Anda memutuskan menekuni bisnis ini, maka budidayanya harus dilakukan dengan serius.

 

 

Tentang penulis

Mendy Aisha Ramdhiani

Mendy Aisha Ramdhiani

Seorang blogger pemula yang masih juga terus belajar dan menempuh pendidikan formal S1 Teknik Geologi di Kota Pelajar Yogyakarta. Feel Free To Ask Me~

Tulis komentar