2 Bisnis Sayuran Hidroponik dan Organik, Mana Lebih Baik?

Sayuran merupakan salah satu komoditi utama yang permintaannya tinggi di masyarakat. Tingginya permintaan sayur karena bahan makanan ini menyehatkan apabila di konsumsi tubuh. Dikarenakan permintaan yang tinggi, maka banyak orang menjadi pelaku bisnis sayuran. Kondisi ini tentu saja disebabkan potensi keuntungan yang dihasilkan dan relatif luasnya pasar untuk pemasaran sayur.

Dewasa ini, telah berkembang berbagai teknik dan metode untuk budidaya sayuran baik hidroponik maupun organik. Sekilas memang tidak ada bedanya, tapi keduanya sayuran ini ternyata berbeda dalam budidayanya. Perbedaan proses budidaya tentu akan mempengaruh besar kecilnya profit yang didapat. Agar mudah dalam menganalisisnya perhatikan dulu untung rugi usaha kedua sayur ini.

Untung Rugi Bisnis Sayuran Hidroponik dan Organik

1. Sayuran hidroponik

Sayuran hidroponik memerlukan cairan berupa mineral untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Berbeda dengan jenis lainnya, sayuran hidroponik membutuhkan lampu dan sistem filtrasi untuk air dan udara. Umumnya, para pelaku usaha sayuran hidroponik menanam tanamannya di rumah kaca maupun ruang terbuka. Produk sayur hidroponik lebih mulus dan besar jadi harganya relatif mahal.

Sayuran hidroponik tidak membutuhkan media tanah untuk penanamannya. Jadi, penggunaan bahan kimia pestisida dalam sayuran ini hampir tidak ditemukan. Tidak adanya unsur pestisida dalam sayuran hidroponik tentu akan membuatnya lebih sehat untuk dikonsumsi. Selain tidak menggunakan pestisida, ada beberapa keuntungan lain dari usaha sayuran hidroponik.

  • Tingkat sterilisasi sayuran hidroponik relatif bagus karena tidak menggunakan tanah melainkan air sebagai media tanam.
  • Lebih aman dari berbagai hama dan serangan penyakit karena dibudidayakan pada green house.
  • Unsur hara sudah berupa ion sehingga bisa langsung diserap oleh tanaman hidroponik.
  • Tanaman sayuran hidroponik lebih cepat tumbuh karena unsur hara dikontrol langsung.
  • Dikarenakan semua kondisi terkontrol meliputi unsur hara, cuaca, suhu kelembaban dan PH maka produk sayur hidroponik yang dihasilkan relatif sempurna.

Apabila berbicara mengenai bisnis, maka jangan hanya membicarakan soal untung yang akan Anda peroleh. Hal ini dikarenakan setiap usaha tentu berpotensi untuk menghasilkan kerugian salah satunya bisnis sayuran hidroponik. Ada beberapa macam kerugian yang akan Anda hadapi saat menekuni usaha sayuran hidroponik, yaitu:

  • Bisnis sayur hidroponik jelas membutuhkan modal yang besar untuk instalasinya meliputi greenhouse, pompa, nutrisi, listrik dan air.
  • Diperlukan ketelitian dan pemahaman mengenai perhitungan konsentrasi PH, suhu hingga debit air.

2. Sayuran organik

Sayuran organik tidak ditanam menggunakan pupuk kimia sintetis, pestisida (pembasmi hama) dan herbisida (pembasmi gulma). Sebaliknya, sayuran organik ini ditanam dengan pupuk yang berasal dari kompos atau kotoran hewan. Selain itu, jenis sayuran ini juga menggunakan pembasmi hawa alami berupa bakteri, serangga dan minyak tumbuhan.

Berdasarkan deskripsi di atas, dapat disimpulkan bahwa sayuran organik lebih alami karena proses pertumbuhannya. Dengan demikian, kualitas produk sayur yang dihasilkan jauh lebih segar dan sehat. Jadi, sayur organik ini relatif sehat untuk dikonsumsi oleh tubuh. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang akan Anda peroleh saat menekuni bisnis sayur organik.

  • Prosesnya ramah lingkungan karena semuanya menggunakan bahan alami.
  • Menggunakan sumber hara yang berasal dari pupuk organik dengan harga lebih murah.
  • Dikarenakan sifatnya yang alami maka relatif lebih enak dipandang.
  • Biaya lebih murah karena media tanam yang digunakan berupa tanah.

Seperti halnya menekuni usaha lainnya, bisnis sayur organik juga berpotensi mendatangkan kerugian bagi Anda. Resiko kerugian ini tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Akan tetapi, Anda dapat meminimalisir resiko kerugian yang bisa dialami. Berikut ini adalah beberapa kerugian dari bisnis sayur organik, yaitu:

  • Sulit untuk menghasilkan sayur dalam jumlah besar karena pertumbuhannya hanya sebatas menggunakan pupuk organik dengan kandungan unsur hara kecil.
  • Kontaminasi lebih tinggi dan resiko terserang hama lebih besar karena ditanam pada tanah.
  • Ketersediaan unsur hara relatif lambat karena menggunakan pupuk organik yang memerlukan bantuan organisme dalam proses pertumbuhan tanaman sayur.
  • Keefektifan penggunaan pupuk organik bagi tumbuhan sayur relatif rendah.

Berdasarkan deskripsi di atas, dapat diketahui bahwa usaha sayuran hidroponik dan organik memerlukan proses yang berbeda. Jika ditanya mana yang lebih baik diantara keduanya, maka jawabannya sangatlah relatif. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kedua jenis sayuran ini memiliki plus minus tersendiri. Jadi, sebelum memulai bisnis kenali dulu karakter kedua sayuran ini.

Tentang penulis

Mendy Aisha Ramdhiani

Mendy Aisha Ramdhiani

Seorang blogger pemula yang masih juga terus belajar dan menempuh pendidikan formal S1 Teknik Geologi di Kota Pelajar Yogyakarta. Feel Free To Ask Me~

Tulis komentar