Layanan

Apa Itu, Syarat, Biaya dan Cara Membuat SKCK Online Maupun Offline

Siapa yang tidak mengetahui SKCK ? Tentu sebutan tersebut tidak asing karena berkas ini sangat dibutuhkan oleh hampir seluruh masyarakat. SKCK sering dijadikan syarat untuk melengkapi berkas surat lamaran kerja di berbagai perusahaan maupun badan nasional. Namun, ada juga yang tidak memerlukan SKCK sebagai berkas persyaratan untuk diterima dalam tahap lamaran pekerjaan.

Sistem pengurusannya saat ini bisa dibilang mudah dan cepat, yang terpenting Kamu telah melengkapi seluruh berkas yang harus dikumpulkan untuk membuat SKCK.Berkas-berkas tersebut seperti kartu keluarga, kartu tanda penduduk yang difotocopy, atau bisa juga menggunakan ijazah.

Mengetahui berbagai persyaratan tersebut bisa disimpulkan bahwa pengurusan berkas SKCK minimal bisa dilakukan oleh seseorang yang memiliki ijazah, bisa SD, SMP, maupun SMA. Asalkan di dalamnya terdapat penyebutan nama yang bersangkutan dengan jelas tanpa ada typo atau kesalahan penulisan kata.

Setiap oang yang mengurus berkas SKCK tentu secara umum memahami kegunaannya, namun mungkin ada beberapa orang yang masih belum mengerti tentang pengertian, singkatan, atau bahkan tata cara pembuatan SKCK. Oleh karena itu, kami akan mengulas informasi mengenai SKCK secara lebih lengkap mulai dari pengertian SKCK, pentingnya SKCK, Syarat dan ketentuan pembuatan SKCK hingga cara membuat SKCK online dan yang lainnya. Langsung saja mari kita simak ulasannya di bawah ini secara cermat dan seksama.

Apa Itu SKCK ?

Apa Itu SKCK Pengertian SKCK yang Perlu Kamu Ketahui

Pengertian SKCK yang Perlu Kamu Ketahui :

Apa itu SKCK ? Bagi remaja atau orang-orang yang melamar pekerjaan tanpa harus menggunakan berkas tersebut tentu belum mengetahuinya secara detail.Bahkan beberapa orang yang saat sini hendak mengurusnya pun masih belum mengerti definisinya secara spesifik.

SKCK adalah singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian, singkatan tersebut muncul beberapa tahun ini karena sebelumnya terdapat berkas yang disingkat SKKB, kepanjangannya adalah Surat Keterangan Kelakuan Baik.

Namun saat ini sudah tidak berlaku lagi karena telah diganti oleh SKCK. Keduanya sama-sama diterbitkan atau dikeluarkan oleh Polri, poin-poin dari surat keterangan tersebut berisi tentang catatan kelakuan orang yang bersangkutan selama hidupnya.

SKCK saat ini bisa diurus oleh semua orang, baik yang pernah melakukan tindak kejahatan maupun yang belum pernah melakukan tindak kejahatan, atau pelanggaran sekecil apapun dalam masyarakat. Berbeda halnya dengan surat keterangan kelakuan baik, karena surat tersebut hanya bisa diurus oleh seseorang yang belum pernah melakukan tindak criminal, namun masih bisa mentolerir sedikit pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan, seperti pelanggaran lalu lintas, dan lain-lain.

Kedua surat tersebut sama-sama bisa diberlakukan selama 6 bulan, jika Kamu memerlukan berkas tersebut ketika lebih dari waktu yang ditentukan maka harus mendatangi kantor kepolisian terdekat untuk memperbarui ulang.

Fungsi dan Kegunaan SKCK

Fungsi dan Kegunaan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

Beberapa orang mungkin masih bingung dan bertanya-tanya, sebenarnya apa fungsi dan kegunaan SKCK. Berikut Fungsi dan kegunaan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang Harus Kamu Ketahui

SKCK memiliki fungsi yang beragam, salah satunya yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat yakni digunakan untuk melamar pekerjaan.Berkas lamaran menggunakan SKCK tersebut bisa ditujukan kepada perusahaan swasta, maupun perusahaan nasionan seperti BUMN, kemudian sebagai lamaran untuk menjadi calon pegawai negeri sipil, atau yang kita kenal disingkat sebagai CPNS, badan pemerintahan, serta pendaftaran beasiswa.

Kebutuhan berkas administrasi di berbagai organisasi atau perusahaan tersebut menginginkan orang yang bersangkutan untuk membawa SKCK sebagai bahan bukti bahwa si pelamar kerja atau beasiswa terbebas dari kelakuan berat yang melanggar berbagai nilai dan norma yang ada di masyarakat, Informasi tersebut bagi pihak yang dilamar bersifat sangat penting untuk menghindari kegiatan atau hal yang merugikan bagi organisasi atau perusahaan yang dilamar.

Kamu harus menentukan pilihan sejak awal tentang kegunaan SKCK, yakni mengetahui berkas tersebut akan digunakan untuk melamar pekerjaan seperti apa, di mana dan untuk siapa. Namun, yang terpenting adalah kegunaan berkas tersebut untuk apa, karena format penulisan surat keterangan tersebut juga disesuaikan dengan tujuan kita dalam mengurus SKCK.

Jika sudah memiliki pilihan spesifik, itu berarti Kamu telah siap untuk mengurus SKCK di kantor kepolisian terdekat, bisa Polsek, Polda, serta berbagai cabang kepolisian lainnya yang berada di dekat wilayah Kamu.

Syarat Membuat SKCK dan Ketentuannya

Syarat Membuat SKCK dan Ketentuannya

Sistem untuk mengurus surat keterangan catatan kepolisian beberapa tahun lalu bisa dibilang rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Karena harus mengawali pembuatan surat pengantar melalui RT kemudian RW di desa atau dusun tempat kita tinggal. Setelah kedua surat tersebut selesai diteruskan ke kelurahan untuk meminta persetujuan dan izin dari kepala desa.

Itupun Kamu harus membawa banyak berkas dan menyelesaikan berbagai persyaratan dari pemerintah desa. Barulah Kamu bisa mendatangi kantor kepolisian untuk mengurus SKCK setelah proses pemberkasan di desa sudah lengkap dan terpenuhi.

Syarat Pembuatan SKCK yang Harus Dipersiapkan

Saat hendak membuat SKCK, Kamu hanya perlu memenuhi syarat-syaratnya terlebih dahulu.Sifatnya tidak terlalu sulit atau rumit karena semua orang bisa mengurusnya.Simak beberapa syarat yang harus Kamu penuhi sebelum menyiapkan berkas-berkas penting yang dibutuhkan untuk membuat SKCK.

  • Surat Pengantar dari Desa

Pertama, pastikan Kamu sudah memiliki surat pengantar dari desa. Cara membuatnya, Kamu hanya perlu pergi ke kantor desa untuk mendapatkan surat pengantar kepala desa ke kantor kecamatan. Kemudian setelah itu, Kamu bisa meminta tanda tangan pada pihak kecamatan untuk mengesahkan surat pengantar desa tersebut.

  • Fotocopy Kartu Identitas

Pastikan Kamu memiliki surat identitas, bisa kartu tanda penduduk atau kartu SIM, bisa juga paspor. Warga negara asing pun bisa mengurusnya, jika hendak melamar pekerjaan di Indonesia.

  • Fotocopy Ijazah Terakhir/Akta Kelahiran

Pastikan Kamu sudah memiliki ijazah minimal, baik itu dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, maupun Sarjana, yang terpenting adalah Kamu memiliki riwayat pendidikan formal.

Jika Kamu tidak memiliki ijazah, karena riwayat pendidikan Kamu bersifat non formal, seperti melakukan home schooling atau belajar di pondok pesantren saja. Kamu bisa mengurus SKCK dengan menggunakan akta kelahiran.Ijazah juga bisa digunakan jika Kamu tidak memiliki atau sedang mengurus akta kelahiran yang belum diterbitkan. Namun, jika Kamu tidak memiliki keduanya, kemungkinan besar Kamu tidak bisa mengikuti prosedur dari proses pembuatan SKCK.

  • Pas Foto Ukuran 4×6

Pas foto yang menjadi berkas persyaratan harus sopan dan formal, yang dibutuhkan biasanya dengan ukuran 4 x 6 setengah badan saja.Jangan sampai Kamu mengumpulkan berkas foto dengan sembarangan, wajah di dalam foto harus terlihat jelas, tidak blur atau buram.Sebaiknya Kamu menunjukkan ekspresi tegas di dalam foto, boleh tersenyum namun sebaiknya tidak menunjukkan ekspresi tertawa atau seperti saat sedang melakukan selfie.

Biaya Pembuatan atau Pengurusan SKCKBiaya Pembuatan atau Pengurusan SKCK

Pemungutan biaya untuk membuat SKCK yang dikenakan kepada seluruh masyarakat sebenarnya tidak besifat resmi karena pengurusan berkas tersebut sudah tertulis secara legal melalui undang-undang. Namun, pihak Polri atau Polsek bisa menarik biaya tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku, antara lain yakni:

  • UU Republik Indonesia No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Indonesia
  • UU Repuiblik Indonesia No. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Bukan Pajak (PNBP)
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 2010 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang Berlaku pada Instansi Polri
  • Surat Telegram Kapolri No. ST / 1928 / VI / 2010 pada tanggal 23 Juni 2010 tentang Pemberlakuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 tahun 2010

Berbagai peraturan tersebut bisa digunakan sebagai dasar pengenaan biaya dalam proses pembuatan SKCK. Biaya tersebut mengalami kenaikan seiring berkembangnya waktu.Pengenaan biaya sebelum tahun 2017 tepatnya tanggal 6 Januari hanya sebesar 10 ribu rupiah saja. Sedangkan di atas 6 Januari 2017 hingga saat ini 2019 tarif pembuatan SKCK dikenakan sebesar 30 ribu rupiah.

Sementara, bagi orang asing yang membutuhkan SKCK bisa mengurusnya dengan biaya sebesar 60 ribu rupiah.Pengenaan biaya berlaku untuk kedua sistem pembuatan SKCK, baik pembuatan SKCK online maupun offline.

Mengetahui Tata Cara Pembuatan SKCK Online dan Offline

Mengetahui Tata Cara Pembuatan SKCK Online dan Offline

Berbeda dengan sistem pengurusan SKKB atau SKCK yang dikeluarkan beberapa tahun yang lalu.Saat ini kepolisian sudah mengembangkan sistem pengurusan berkas dengan teknologi yang lebih canggih.Hal itu untuk mempermudah setiap warganya ketika sedang mengurus sistem administrasi dengan birokrasi yang rumit.

Pelayanan yang diberikan kepolisian kali ini dapat diacungi jempol, karena selama diberlakukan, sistem pengurusan berkas tersebut nyatanya lebih efektif, praktis dan efisien.Tidak ada lagi tahapan pengurusan SKCK yang harus melalui jaringan sistem birokrasi pemerintahan desa yang sifatnya dari bawah ke atas, tetapi sistem kali ini bersifat langsung.

Selain menghilangkan sistem yang rumit seperti meminta surat pengantar dari pemerintah desa, pihak kepolisian juga berinovasi menambahkan sistem teknologi secara online untuk mempersingkat waktu, dan pengurusan berkasnya bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Sudah canggih bukan pelayanan kepolisian kepada masyarakat saat ini?Tetapi masih banyak juga orang-orang yang belum mengetahui sistematika pengurusan SKCK yang terbaru ini.Jadi, untuk sistem terbaru yang sudah diberlakukan sekitar tahun 2018 ini tidak menghapus sistem yang lama, namun memberlakukan keduanya secara bersamaan.

Kamu pun masih bisa mengurus surat keterangan catatan kepolisian secara offline, yakni dengan mendatangi kantor kepolisian terdekat dan menyerahkan berbagai berkas yang menjadi persyaratan, kemudian Kamu bisa mngurus berkas SKCK dalam beberapa menit saja.

Sementara bagi kebanyakan orang yang memiliki tingkat kesibukan tinggi, saat ini juga bisa mengurus berkas SKCK secara online saja, bisa melalui smartphone maupun laptop yang terhubung internet.Jika pengisian berkas sudah selesai, maka yang bersangkutan bisa mengambil SKCK secara langsung di kepolisian terdekat.

Tata Cara Mengurus SKCK Secara OfflineTata Cara Mengurus SKCK Secara Offline

Tidak semua cabang kepolisian menerapkan sistem yang sama di seluruh wilayah, masih ada beberapa kantor cabang kepolisian yang menerapkan sistem lama yang rumit. Seperti memberikan syarat penyertaan berkas surat pengantar dari pemerintah desa, ada juga yang menghilangkan tahapan tersebut, dan bisa langsung mendatangi kantor Polsek atau Polres.

Jika Kamu sudah mengetahui tujuan utama mengurus SKCK, maka sebelum mengurusnya sebaiknya carilah informasi terlebih dahulu tentang sistematika pengurusan SKCK secara offline atau online sesuai dengan kebutuhan Kamu. Berikut tata cara untuk mengurus SKCK secara offline yang secara umum masih banyak dilakukan oleh masyarakat yang perlu Kamu ketahui.

1. Siapkan Berbagai Macam Berkas atau Dokumen Pendukung

Tahap utama dalam pengurusan SKCK secara offline ada pada persiapan dokumen pendukung, karena jumlahnya bisa dibilang cukup banyak. Berkas-berkas tersebut antara lain.

  • Fotocopy KTP, ada yang meminta 1 atau 2 lembar. Bagi yang tidak memiliki KTP maka harus meminta surat pengantar dan fotocopy surat pengenalan identitas dari pemerintah desa.
  • Fotocopy kartu keluarga (KK) sebanyak 1 lembar
  • Fotocopy Ijazah Terakhir
  • Fotocopy Akta Kelahiran, jika Kamu tidak memiliki akta atau sedang mengurus surat ini, atau bahkan kehilangan akta, Kamu bisa tidak menyertakan dokumen ini, dan cukup diganti dengan fotocopy ijazah.
  • Pas foto ukuran 4 x 6 dengan latar / background merah yang berjumlah 6 lembar
  • Surat pengantar dari pemerintah desa, berkas ini bersifat opsional tergantung persyaratan yang diberlakukan di kepolisian yang bersangkutan. Sebaiknya sebelum Kamu mencari informasi terlebih dahulu tentang persyaratan pengumpulan berkas untuk membuat SKCK yang tertera di kantor kepolisian di sekitar Kamu. Jika Kamu ingin mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Kamu juga bisa mengurus surat pengantar terlebih dahulu melalui RT, RW, kemudian di kantor kelurahan atau desa. Tapi sebaiknya Kamu selalu mengupdate informasi karena penyertaan berkas ini sudah jarang diberlakukan.

2. Datangi Kantor Polsek atau Polres

Setelah semua berkas di atas sudah Kamu persiapkan dengan lengkap maka Kamu tinggal mendatangi kantor kepolisian di sekitar tempat tinggal Kamu, jangan mencari cabang kantor kepolisian yang terlalu jauh dari rumah karena akan menyulitkan Kamu.

Apabila sudah tiba di tempat, maka hubungi segera petugas yang ada di sana dan secara khusus menangani pembuatan SKCK. Kamu bisa mengetahuinya melalui papan pengumuman, atau bertanya kepada satpam dan masyarakat yang kebetulan sedang mengurus berkas yang sama dengan Kamu.

3. Isi Form Pendaftaran

Apabila Kamu sudah menemui petugas yang bertugas mencetak SKCK, maka Kamu akan diberikan petunjuk untuk mengisi form biodata pendaftaran. Sebelum itu, berikan berkas yang sudah Kamu siapkan kepada petugas tersebut. Form tersebut berisi biodata yang bersangkutan, orang tua wali, serta pertanyaan tentang riwayat kelakuan baik atau catatan kriminal selama Kamu hidup bermasyarakat di lingkup wilayah negara kesatuan republik Indonesia. Waktu pengisian cukup singkat, jika Kamu sudah melengkapi seluruh form tersebut maka segera berikan kepada petugas agar cepat diproses.Tahap ini bisa Kamu lakukan jika ruang antrian pengurusan SKCK sedang sepi.

Jika yang Kamu temui saat mengurus berkas SKCK adalah ruangan yang dipenuhi antrian banyak orang, maka yang Kamu lakukan harus menunggu panggilan peserta sesuai nomor antrian setelah blangko pendaftaran diberikan kepada Kamu. Kemudian, ada beberapa kantor kepolisian yang menerapkan sistem sidik jari, ada juga yang tidak, ikuti saja prosedur yang diberikan petugas kepada Kamu.

Selain itu, Polsek atau Polres akan memberikan persyaratan untuk membayar berkas SKCK. Jadi siapkan uang sebagai biaya proses pengurusan atau biaya administrasi SKCK tersebut, karena biasanya Kamu akan dimintai untuk membayar sebesar 30 ribu rupiah.

4. Tunggu Hingga SKCK Selesai Dicetak

Jika ketiga tahap sudah selesai Kamu lalui, maka yang perlu dilakukan hanya menunggu hingga proses pencetakan selesai. Prosesnya sangat cepat, hanya sekitar 15 hingga 30 menit saja.Dengan begitu, berkas SKCK yang Kamu butuhkan bisa Kamu miliki dan bisa segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Terakhir, pastikan Kamu meminta legalisir SKCK juga karena biasanya yang akan dilampirkan pada saat akan melamar pekerjaan atau kepentingan lainnya adalah legalisir SKCK saja bukan aslinya. Jadi, pastikan Kamu meminta legalisir yang cukup banyak sebagai persediaan.

Tata Cara Mengurus SKCK Secara OnlineTata Cara Mengurus SKCK Secara Online

Cara offline tersebut tergolong mudah dan simpel, karena dilakukan dalam waktu yang singkat. Selain itu, tahapannya masih dikenal oleh banyak masyarakat sehingga cara ini tidak dapat dihilangkan. Berbeda dengan cara online, cara tersebut tidak menjangkau seluruh bagian masyarakat, dan hanya sampai pada kaum milenial yang mengerti berbagai kegunaan teknologi terbaru saja.

Memang caranya lebih mudah dan sangat fleksibel karena dilakukan di mana saja. Oleh karena itu, sebagai warga millennial Kamu harus mengetahui berbagai tahapan dalam proses pengurusan SKCK secara online, seperti berikut:

1. Siapkan Berkas atau Dokumen yang Bersangkutan untuk Memenuhi Persyaratan Mengurus SKCK

Berkas persyaratan untuk mengurus SKCK tidak hanya dibutuhkan saat Kamu memprosesnya secara offline, tetapi juga dibutuhkan secara online.Namun, perbedaannya semua berkas harus dalam bentuk foto atau scan agar bisa diproses secara digital.berkas-berkas tersebut antara lain

  • Kartu tanda penduduk (KTP) asli yang discan
  • Scan Paspor bagi yang memilikinya.
  • Kartu keluarga (KK) asli atau fotocopy yang discan
  • Ijazah atau akta kelahiran (bisa pilih salah satu) asli yang discan
  • Bagi yang tidak memiliki KTP atau belum mengurusnya, bisa menggunakan kartu identitas lain untuk mengisi persyaratan pembuatan SKCK online.
  • Pas foto yang berukuran 4 x 6 yang discan atau sudah dalam bentuk soft file. Ketentuannya sama seperti saat mengurus secara offline, yakni foto sopan dengan latar atau background berwarna merah, yang terpenting wajah yang bersangkutan terlibat jelas, foto berukuran setengah badan.

2. Buka Alamat Website Kepolisian Republik Indonesia

Setelah berbagai macam berkas di atas Kamu persiapkan, saat mengakses portal atau alamat web pendaftaran SKCK secara online.Kamu bisa mengaksesnya melalui http//:skck.polri.go.id. Setelah Kamu mengakses laman web tersebut, maka Kamu akan melihat tampilan jendela layar yang berisi form pendaftaran. Agar Kamu bisa melihat dengan jelas tampilan form tersebut, sebaiknya Kamu mengaksesnya melalui PC atau laptop, hal itu bisa dilakukan jika Kamu merasa kesulitan mengisinya melalui smartphone. Karena tampilan yang dipaparkan sebenarnya sama, mungkin yang berbeda hanya kemampuan penglihatan pada layar kecil dan layar besar saja.

3. Isi Form Sesuai Langkah dan Prosedur Secara Otomatis

Saat Kamu melihat banyak form di depan layar PC atau smartphone Kamu, segera isi kolom-kolom tersebut sesuai dengan perintah yang tertera. Petunjuknya sangat mudah dipahami, jadi cukup isikan sesuai dengan keterangan yang sudah tertera di samping kolom yang belum terisi.Setelah semua terisi, Kamu cukup mengklik “Next” hingga sampai pada halaman terakhir pembuatan SKCK.

Form secara online ini terdiri dari pengisian berbagai riwayat, seperti jenjang pendidikan, data orang tua wali dan saudara kandung, pekerjaan atau status yang sedang dimiliki oleh yang bersangkutan, serta riwayat kriminal atau catatan kelakukan baik. Kolom dari form online secara keseluruhan sebenarnya sama seperti blanko atau form yang diberikan secara offline. Hanya cara pengisiannya saja yang berbeda.

Pada tahap pembuatan SKCK secara online, biasanya Kamu juga dimintai keterangan sidik jari pada berkas yang Kamu buat.

4. Mendatangi Polsek atau Polres Terdekat Untuk Meminta Hasil Cetak SKCK yang Telah Dibuat Secara Online

Meskipun sudah dibuat secara onlie, untuk pencetakan berkas aslinya Kamu juga harus mendapatkannya melalui kantor kepolisian di wilayah Kamu. Catat dengan baik kode registrasi yang tertera dari pendaftaran online yang sudah Kamu lakukan.Kemudian bawa kode tersebut kepada petugas pengurus untuk memprosesnya dan segera mencetaknya.

Tahap ini bisa secara langsung diurus tanpa menunggu lebih lama lagi, karena semua sudah Kamu lakukan dan persiapkan secara online. Sementara petugas tidak perlu memberikan pelayanan secara langsung kepada Kamu bersama antrian lainnya sehingga ia bisa langsung mencetak SKCK yang asli untuk diberikan kepada Kamu.

Offline atau Online? Tata Cara Pengurusan SKCK yang Paling Tepat Untuk Kamu

Setelah mengetahui berbagai cara untuk mengurus berkas SKCK, baik secara offline maupun online. Kamu tentu bisa memilihnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Kamu. Tata cara offline sangat cocok dilakukan bagi Kamu yang memiliki tempat tinggal yang jaraknya tidak jauh dari Polres atau Polsek setempat, atau memiliki waktu yang lebih luang untuk mengurus berkas-berkas tersebut. Sementara, tata cara online cocok dilakukan bagi Kamu yang memiliki jadwal yang sangat padat dan memiliki tempat tinggal yang jauh dari kantor pusat Polres dan Polsek setempat di wilayah Kamu.

Tentu pembuatan SKCK online saat ini adalah solusi paling tepat untuk menunjang kebutuhan masyarakat di era millennial. Hal itu karena kebanyakan masyarakat dewasa ini tergolong dari kalangan mahasiswa dan pelajar baru lulus yang membutuhkan berkas dari surat keterangan catatan kepolisian untuk melamar kerja. Selain menghemat waktu, cara online juga menghemat biaya transportasi dari berbagai kendaraan yang Kamu gunakan untuk melakukan perjalanan dari tempat tinggal domisili ke kantor Polres atau Polsek.

Tata Cara Perpanjangan SKCK Setelah Masa Berlaku HabisTata Cara Perpanjangan SKCK Setelah Masa Berlaku Habis

SKCK yang dibuat melalui berbagai proses memiliki jangka masa berlaku yang sama, yakni bisa digunakan selama 6 bulan saja. Jika lebih dari itu, maka harus mengurus pembaruan.Namun sistem pembaruan tersebut tidak serumit saat mengurus berkas SKCK untuk pertama kalinya.Tata caranya lebih mudah dan cepat, serta hanya bisa dilakukan secara offline saja. Berikut tata cara pembaruan atau perpanjangan SKCK.

  • Membawa Berkas Persyaratan

Sebelum mendatangi kantor kepolisian terkait yang ada di wilayah Kamu, sebaiknya siapkan terlebih dahulu berbagai berkas yang dibutuhkan. Hal itu perlu diperhatikan untuk menghindari perjalanan riwa riwi yang sangat menyusahkan bagi Kamu. Berkas-berkas yang harus dilengkapi antara lain,

  • SKCK yang saat itu masih bisa diberlakukan

Jika SKCK tersebut sudah habis masa berlakunya, maka Kamu memerlukan SKCK lama dan SKCK yang baru saja habis masa berlaku tidak lebih dari satu tahun. Apabila berkas SKCK Kamu masa berlakunya sudah tidak aktif lebih dari satu tahun maka ikuti prosedur atau tata cara pembuatan SKCK seperti saat pertama kali mengurusnya.

  • Dokumen Persyaratan Lainnya

Siapkan kartu tanda penduduk (KTP) yang telah difotocopy

Siapkan pas foto 4 x 6 dengan latar atau background berwarna merah sebanyak 3 lembar.

Siapkan dana untuk biaya administrasi PNBP, yakni 30 ribu rupiah.

  • Ikuti Prosedur dan Tata Cara yang Ditunjukkan oleh Petugas

Setelah semua berkas sudah siap, langkah selanjutnya adalah mengikuti prosedur pembuatan.Jika Kamu benar-benar belum memahaminya sebaiknya bertanya kepada petugas agar dibimbing saat menjalani prosedurnya.Perhatikan dengan baik langkah untuk mengurus perpanjangan SKCK berikut.

Kamu akan diminta untuk menyerahkan berkas SKCK yang masa berlakunya sudah habis tidak lebih dari satu tahun. Beserta semua berkas yang sudah disiapkan terlebih dahulu seperti yang telah disebutkan di atas. Selanjutnya petugas akan menunjukkan kepada Kamu tata cara berikutnya yang harus Kamu lakukan.

  • Tunggu Hingga Proses Pencetakan SKCK yang Baru Selesai

Jika semua berkas sudah diserahkan petugas dan prosedur yang sesuai sudah Kamu jalani. Biasanya petugas akan memerintahkan Kamu untuk menunggu proses perpanjangan SKCK selesai. Tunggulah dengan sabar karena waktu yang dibutuhkan cukup sebentar, kemudian nama Kamu akan dipanggil, dan berkas SKCK yang telah diperbarui diserahkan kepada Kamu.

Perhatikan dengan baik dan seksama berkas SKCK yang sudah Kamu miliki, khususnya tentang permasalahan masa berlakunya.Karena banyak yang masih belum memahami sistematika pemrosesan SKCK yang sudah tidak aktif selama lebih dari satu tahun.

Sebelum mengurus berbagai berkas sebaiknya bertanya telebih dahulu kepada petugas terkait sistem untuk mengurus perpanjangan SKCK secara terus menerus, apakah bisa dilakukan lebih dari 2 kali berturut-turut dengan SKCK yang masa nonaktifnya tidak lebih dari satu tahun. Atau harus membuat SKCK baru seperti saat pertama kali mengurusnya meskipun SKCK lama tidak berlaku selama kurang dari satu tahun.

Jam Kerja atau Jam Buka Kantor Polres dan Polsek Tiap Wilayah di Indonesia

Jam Kerja atau Jam Buka Kantor Polres dan Polsek Tiap Wilayah di Indonesia

Satu hal penting yang harus diperhatikan oleh para pencari kerja atau beasiswa yang sangat membutuhkan SKCK dan terkait hal-hal yang menyangkut dengan kepolisian, adalah jam buka Polsek atau Polri. Tidak jarang dari sekian banyak orang yang terlalu bersemangat saat hendak mengurus berkas di kantor kepolisian tanpa mengetahui jam kerjanya sehingga mereka harus menunggu berjam-jam, khususnya pada jam buka dan jam istirahat pihak kepolisian.

Jam buka kantor Polsek dan Polres di berbagai cabang daerah tentu berbeda-beda, tidak dipukul sama rata. Hal itu disebabkan intensitas kebutuhan masyarakatnya terhadap kepolisian. Di daerah pusat kota atau kabupaten yang ramai, seperti pusat industri, perdagangan, dan sektor penting lainnya biasanya kantor kepolisian memiliki jam aktif yang lebih lama, dengan jam buka lebih awal dan jam tutup bahkan hingga malam hari.

Carilah informasi terkait waktu aktif kantor kepolisian dalam memberi pelayanan masyarakat di berbagai wilayah sekitar yang Kamu butuhkan. Berikut perbedaan penentuan jam kerja kantor Polres atau Polsek di beberapa wilayah yang perlu Kamu ketahui.

Secara umum, jam kerja kantor kepolisian di kebanyakan wilayah yakni sekitar pukul 09.00 hingga pukul 15.00, baik itu dalam WIB, WITA, atau WIT. Namun, ada beberapa yang memberlakukan jam kerja mulai dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 14.00 siang, seperti yang ditentukan di Polres Sleman, kantor SATPAS Polres Kab. Malang, dan beberapa wilayah lain. Kemudian Polsek yang buka dari pukul 08.00 hingga pukul 02.00 seperti pada kantor Polsek wilayah Kec. Gempol Kab. Pasuruan.

Jam buka tersebut biasanya diberlakukan hanya pada hari-hari tertentu saja, misalnya pada kantor Polsek Gempol yang jam bukanya dari jam 08.00 pagi hingga 14.00 siang hanya berlaku di hari Senin sampai Kamis saja. Sementara di hari Jumat dan Sabtu biasanya dari pukul 09.00 pagi hingga jam 14.30 atau jam 13.00 saja. Sedangkan jam aktif pada hari Minggu di seluruh kantor Polsek dan Polres di berbagai wilayah ditutup karena hari libur nasional.

Jam istirahat, yakni jam luang yang menjadi hak bagi pihak kepolisian untuk bersantai dan menutup waktu aktif pemberian pelayanan pada masyarakat. Waktu istirahat normal yang ditentukan oleh pihak kepolisian biasanya sekitar jam 12.00 siang hingga pukul 13.00 siang. Mereka diberi waktu untuk beribadah bagi yang menjalankannya, serta beristirahat dengan mengkonsumsi makan siang. Selama rentang waktu tersebut biasanya Kamu tidak bisa mendapatkan pelayanan dan harus menunggu hingga jam istirahat usai. Namun, ada beberapa petugas yang mengizinkan sejumlah warga untuk mengurus SKCK di jam istirahat, meskipun warga sebenarnya bisa menunggu hingga waktu istirahat selesai. Hal itu tergantung berbagai penetapan ketentuan dan aturan tiap kantor yang berbeda.

Sebaiknya Kamu tidak menggunakan satu informasi saja sebagai acuan, karena informasi di tiap wilayah kantor Polres dan Polsek memiliki perbedaan aturan. Jangan menggeneralisir setiap ketentuan proses pembuatan SKCK di seluruh wilayah. Seperti yang telah ditandai dari penjelasan di atas bahwa ada beberapa hal yang berbeda, seperti jam kerja kantor Polres dan Polsek, pengurusan berkas dengan menggunakan surat pengantar dari kelurahan atau desa, serta pengenaan biaya pengurusan SKCK.

Pengurusan online tentu sifatnya lebih umum jika dibandingkan persyaratan mengurus SKCK secara offline, karena data online lebih mudah untuk diproses dalam satu database jika sifatnya umum dan menyeluruh. Hal-hal yang sama dari sistem pengurusan SKCK hanya terdapat pada format dari form pendaftaran dan sistematika pengurusan perpanjangan SKCK. Serta beberapa persyaratan seperti kartu identitas dan kartu keluarga, karena kedua dokumen tersebut sifatnya vital bagi warga negara Indonesia.

Contoh Beberapa Dokumen yang Dibutuhkan Untuk Mengurus SKCK, Beserta Bentuk Fisiknya

Bagi Kamu yang masih belum pernah mengurus SKCK, atau hendak mengurusnya, carilah berbagai informasi terkait sistem pengurusannya. Kemudian, Kamu juga bisa mencari contoh surat keterangan tersebut jika ingin mengetahui bentuk fisiknya. Berikut contoh SKCK yang bisa menambah pengetahuan Kamu, serta berguna untuk mengecek kelengkapan data atau format penulisan jika terjadi kesalahan saat proses pembuatannya.

  • Contoh Surat Pengantar

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa surat pengantar bersifat opsional, tergantung ketentuan yang diberlakukan oleh masing-masing kantor kepolisian. Namun, Kamu bisa mempersiapkan berkas tersebut lebih awal jika memang dibutuhkan, untuk menghindari kerumitan saat harus bolak balik mengurus berbagai macam surat pengantar tersebut. Adapun surat pengantar yang harus diurus terlebih dahulu adalah surat pengantar dari RT, kemudian RW, dan yang terakhir adalah dari kelurahan atau desa. Jika Kamu ingin mengetahui contohnya terlabih dahulu, maka kurang lebih seperti di bawah ini formatnya.

  • Surat Pengantar SKCK yang Berasal Dari RT

Surat pengantar SKCK dari RT cukup sederhana, untuk mendapatkannya Kamu harus meminta dokumen tersebut dari ketua RT di wilayah Kamu.Kemudian Pak RT memberikan kertas buram dengan ukuran kecil yang cukup diberikan tulisan tangan seperti coretan singkat yang ditulis oleh ketua RT tentang keperluan pengurusan SKCK sesuai kebutuhan Kamu.

Namun, perlu diingat lagi bahwa ketentuan dan contohnya tidak bisa digeneralisir, karena setiap wilayah tentu memiliki format penulisa dan bentuk fisik surat pengantar yang berbeda. Catatan yang ditulis ketua RT ini ditujukan untuk Ketua RW sehingga yang harus Kamu lakukan jika sudah mendapatkan surat pengantar dari RT adalah mendatangi ketua RW terkait. Namun, ada juga format penulisan surat pengantar SKCK dari RT yang resmi dan modern, seperti contoh di bawah ini.

PEMERINTAH DESA LEGOK

DUSUN NGERING

KETUA RT. 05 RW. 04

Desa Legok Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan

—————————————————————————————————-

SURAT PENGANTAR

No. 132/SP/VI/2019

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Ketua RT. 05, RW. 04, Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan

Dengan ini menerangkan bahwa:

Nama                                    : Muhammad Zulkifli Hasan Abror, M.A

Tempat/ Tanggal Lahir    :Sidoarjo / 03 Januari 1993

Jenis Kelamin                    :Laki-laki

Pekerjaan                            :Belum Bekerja

Agama                                 :Islam

Alamat                                 : Dusun Ngering, RT. 05, RW. 04, Desa Legok, Kec. Gempol, Kab.Pasuruan

Orang yang bersangkutan di atas, adalah benar-benar bagian dari warga kami, serta memiliki kelakuan yang baik di masyarakat. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk keperluan mengurus SKCK.

Semoga surat keterangan ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ngering, 06 Januari 2019

Ketua RT. 05 RW. 04

 

Abdul Thoha

 

  • Surat Pengantar SKCK yang Berasal Dari RW

Di beberapa tempat, bentuk dan format penulisan surat pengantar dari RT dan RW dibuat sama, namun isi dari catatan ketua RT dan ketua RW saja yang berbeda, bahkan biasanya ketua RW cukup meneruskan csurat pengantar dari ketua RT dengan memberikan tanda tangan dan stempel. Ketua RW memberikan catatan sesuai keperluan orang yang bersangkutan untuk mengurus surat pengantar SKCK di kelurahan.

  • Surat Pengantar SKCK yang Berasal Dari Kelurahan atau Desa

Tahap pembuatan surat pengantar terakhir yakni berasal dari desa atau kelurahan setempat. Surat ini bisa diurus jika semua berkas, seperti surat pengantar dari RT dan RW sudah lengkap. Format penulisan di tiap desa juga bisa saja berbeda, ada yang menggunakan logo pemerintahan desa, ada juga yang tidak.

Oleh karena itu, jangan menyalahkan pihak pengurus yang membuat surat pengantar jika format yang Kamu ketahui di internet berbeda dengan format asli dari pemerintah desa. Berikut salah satu contoh umum surat pengantar pengurusan SKCK yang bisa Kamu dapatkan dari pemerintah desa di wilayah Kamu.

PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN

KECAMATAN GEMPOL

KEPALA DESA LEGOK

Desa Legok No. 42, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan 

—————————————————————————————————-

SURAT PENGANTAR PERMOHONAN SKCK

Nomor : 407/SP/VI/2019

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                                    :Muhammad Fikri Nur Hazbillah, S.Sos, M.A

Jabatan                                 :Kepala Desa

Alamat                                  :Desa Legok No. 42, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan

Dengan ini menerangkan bahwa:

Nama Lengkap                  : Muhammad Zulkifli Hasan Abror, M.A

Jenis Kelamin                    :Laki-laki

Agama                                  :Islam

Status                                   :Belum Menikah

No KTP / NIk                     :100002342333091993

Tempat / Tanggal Lahir  :Sidoarjo / 03 Januari 1993

Pekerjaan                           :Pelajar

Alamat                                :Dusun Ngering, RT. 05, RW. 04, Desa Legok, Kec. Gempol, Kab. Pasuruan

Kepeluan                            :Pembuatan SKCK untuk Melamar Pekerjaan

Lain-lain                              :–

Berlaku Mulai Tanggal    :06 Januari 2019 s/d 7 Juli 2019

Demikian surat keterangan ini dibuat agar bisa digunakan seperlunya.

Dibuat di : Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan

Pada tanggal : 06 Januari 2019

tanda Tangan Pemegang                                                                             Kepala Desa

 

Muhammad Zulkifli Hasan Abror, M.A                                    Muhammad Fikri Nur Hazbillah, S.Sos, M.A

Mengetahui:

Danramil                                                                                                              Camat Pallangga

 

Ali Nur Achmad Fajar, S.Sos                                                                        Rudi Eka Siswanto, S.Sos

 

Contoh Fisik SKCK

Contoh SKCK

Kamu juga bisa mencari informasi mengenai contok fisik SKCK secara bebas dan gratis di internet.

Namun, jangan heran jika yang ditunjukkan di sana adalah berkas SKCK miliki orang-orang yang tidak Kamu kenal, karena mereka sengaja memposting contoh tersebut untuk membagi informasi kepada orang yang belum pernah mengetahui SKCK, khususnya bagi Kamu. Berikut salah satu contoh SKCK milik orang lain yang sudah selesai dibuat.

Contoh Formulir Pendaftaran SKCK Secara Online

Contoh Formulir Pendaftaran SKCK Secara Online

Selanjutnya Kamu juga bisa mengetahui dan melihat dengan jelas contoh formulir pendaftaran secara offline maupun online. Kali ini yang akan ditunjukkan adalah contoh formulir pengurusan SKCK secara online yang bisa Kamu ketahui saat mengakses halaman website resi Polri. Berikut contoh gambarnya,

Contoh Tampilan Formulir Pendaftaran SKCK Secara Offline

Contoh Tampilan Formulir Pendaftaran SKCK Secara Offline

Bagi Kamu yang sudah sering mengurus berkas SKCK secara langsung di kantor kepolisian tentu tidak asing lagi dengan rupa dan bentuknya. Namun, Kamu yang belum pernah mengurus baik secara langsung maupun online tentu ingin mengetahui sedikit lebih jelas isi dan bentuk fisik dari formulir pendaftaran SKCK yang diurus secara offline.

Format penulisannya kurang lebih sama, atau tidak jauh berbeda dengan formulir pengurusan SKCK secara online, yang membedakan hanya bentuk blankonya saja, berupa hard file dan soft file. Berikut contoh dari blanko pendaftaran SKCK yang bisa Kamu dapatkan secara langsung jika mengurusnya offline.

Tips Membuat SKCK Agar Proses Cepat dan Mudah

Bagi Kamu yang berniat untuk membuat SKCK, pastikan Kamu mengetahui beberapa tips membuat SKCK berikut ini agar proses cepat dan mudah.

  • Ketahui waktu-waktu penting saat pelayanan pengurusan SKCK, khususnya jam kerja Polres dan Polsek yang melayani Kamu. Yang perlu Kamu ketahui bukan hanya jam buka dan jam tutupnya saja, tetapi juga jam istirahat para petugas Polsek atau Polres, agar prosedur berjalan sesuai dengan aturan yang dan jadwal yang berlaku.
  • Bersikaplah sopan saat menemui petugas dan menanyakan berbagai hal terkait yang Kamu butuhkan. Hal itu sangat penting dilakukan agar Kamu selalu mendapatkan bantuan saat menemui kendala atau kurangnya pemahanan selama proses pengurusan SKCK, khususnya saat sedang mengurus dengan sistem secara offline. Namun, Kamu juga harus melakukannya saat meminta bantuan untuk mencetak data SKCK asli setelah mengurus secara online.
  • Memahami aturan dan prosedur pengurusan SKCK dengan baik tentu sangat diperlukan agar tidak terlalu merepotkan petugas saat sedang memproses pembuatan SKCK. Oleh karena itu, carilah informasi lebih awal sebelum mendatangi kantor kepolisian. Kamu juga bisa meminta rekan untuk memberitahukan berbagai prosedur yang dibutuhkan untuk mengurus SKCK, baik secara online maupun offline.
  • Jika Kamu adalah tipe yang susah bergaul atau anti sosial, sebaiknya lakukan pendaftaran secara online saja, selain mudah dan praktis. Kamu juga bisa mengisi form sambil mencari tahu berbagai hal yang masih belum Kamu ketahui dan mengerti.
  • Ajak rekan-rekan Kamu yang belum mengetahui prosedur pembuatan SKCK untuk mencari informasi bersama sebelum ketentuan dalam cara mengurusnya diubah. Karena kebutuhan terhadap pengurusan berkas SKCK saat ini sedang meningkat, mengingat banyaknya pada generasi baru yang sedang butuh untuk melengkapi berkas lamaran pekerjaan mereka.

Berbagai penjelasan secara jelas dan detail terkait proses pembuatan SKCK hingga masa berlakunya sudah Kamu dapatkan setelah membaca tulisan ini. Langkah tepat bagi Kamu selanjutnya adalah segera mengurus SKCK dengan suatu pilihan pekerjaan yang sudah ditetapkan.

Tidak hanya itu, informasi ini juga sebaiknya Kamu sebarkan secara luas kepada rekan-rekan Kamu, agar mereka semakin terbantu dengan pemberlakuan sistem pengurusan SKCK saat ini yang benar-benar mudah dan praktis sebelum ketentuan baru diberlakukan dengan sistem yang baru pula.Dengan begitu, Kamu bisa memberikan jalan terbaik bagi diri sendiri bersama rekan seperjuangan Kamu.Semoga bermanfaat, terimakasih.

 

Tentang penulis

Aina Khinan

Aina

Aina adalah penulis baru di Portal Uang. Salam kenal :)