Peluang Bisnis

Bisnis Jual Beli Rumah di Jakarta

Segmen Mengengah Atas, Bisnis Jual Beli Rumah di Jakarta Barat Menggiurkan

(via Google Images)

Pasar properti segmen menengah atas di kawasan Jakarta Barat masih menggeliat. Dikatakan, bahkan dalam 5 tahun kedepan pertumbuhan kawasan ini akan lebih cepat seiring pengembangan kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Permintaan rumah, rukan atau rumah kantor, dan kavling masih terus naik. Kemungkinan besar dikarenakan akses yang semakin mudah, terutama dengan pembangunan jalan tol yang melintasi Jakarta Barat.

Sejak 2015, pemerintah sedang gencar mengembangkan kawasan Bandara Soekarno–Hatta yang terintegrasi. Kawasan perumahan di dekat pengembangan bandara itulah yang punya potensi bisnis jual beli rumah di Jakarta Barat yang menarik.

Selain itu, menyusul perkembangan sejumlah CBD di Ibukota, prospek properti Jakarta Barat pun juga semakin cerah dengan beberapa proyek yang diusung beberapa pengembang. Selain Puri, kini area Joglo, Meruya Selatan, ramai dengan sejumlah proyek perumahan mewah baru.

Pamor Joglo kian bersinar setelah mulai beroperasinya tol JORR 2 (Jalur Tol Lingkar Luar Jakarta Wilayah 2) sejak 2015 silam. Jalur sepanjang 7,87 kilometer ini memangkas jarak dari Joglo menuju tol Jagorawi maupun bandara Soekarno Hatta.

Tak heran, setelahnya harga tanah dan perumahan yang ada di sekitar lokasi terdongkrak naik. Selain itu pembangunan proyek LRT (Light Rail Transit) yang rencananya rampung tahun 2018 juga akan melintasi kawasan Joglo dengan rute transit Joglo – Tanah Abang (Koridor 3).

Di tambah lagi, ROW (Right of way) jalan Joglo Raya tengah digarap pemerintah DKI untuk dilebarkan menjadi 26 meter. Proyek ini rencananya akan selesai pada tahun 2016 dan bermanfaat meminimalisir kemacetan di sekitar lokasi.

Sederet infrastruktur yang mengelilingi area ini sangat berpengaruh terhadap bisnis jual beli rumah di Jakarta Barat karena penjualan terus meningkat. Bagaimana, tidak? Akses yang mudah akan membuat orang terasa dekat kemana-kamana.

Melalui akses tol lingkar luar Jakarta (JORR West 1) seksi Kebon Jeruk – Penjaringan, warga di Jakarta Barat sendiri bisa menikmati jalan bebas hambatan yang menghubungkan kawasan ini dengan Jakarta Selatan sampai Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Tidak sulit untuk menjual proyek baru di kawasan Jakarta Barat. Selain didorong dengan infrastruktur yang memadai, bisnis jual beli rumah di Jakarta Barat memang diminati oleh kelas menengah atas yang dapat menjangkaunya secara finansial.

Dengan demikian, NJOP naik bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Sebelumnya sempat dikhawatirkan minat jual beli rumah di Jakarta Barat akan surut sebab kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan tahun 2018.

Selain bisnis properti Kamu bisa juga mencoba : 6 Ide Bisnis Jangka Panjang dan Menguntungkan.

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Kawasan Jakarta

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Kawasan Jakarta

(via Google Images)

Dengan kenaikan NJOP, berpotensi memicu kenaikan harga properti selain naiknya PBB. Hal ini ditakutkan akan menurunkan minat jual beli rumah di Jakarta Barat dengan kondisi harga yang sudah selangit.

Nyatanya, pertumbuhan bisnis properti dan jual beli rumah di Jakarta Barat hingga kini masih terpantau relatif stabil. Kondisi ini terbukti dari masih gencarnya sejumlah pembangunan proyek apartemen, yang semakin menarik dengan rencana tata kota dan infrastruktur teranyar.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2018, berikut daftar NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Tertinggi untuk kawasan Jakarta.

Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Terendah: Rp 3.745.000 (Jl H Saiman)

Tertinggi: Rp 23.623.000 (Pinang Emas XI)

Tebet, Jakarta Selatan

Terendah: Rp 2.508.000 (Manggarai Utara II)

Tertinggi: Rp 19.843.000 (JL Sahardjo)

Pasar Rebo, Jakarta Timur

Terendah: Rp 2.013.000 (Jl Lapan V)

Tertinggi: Rp 3.100.000 (Jl Lewa)

Cakung, Jakarta Timur

Terendah: Rp 2.508.000 (Jl DR KRT Radjiman WD)

Tertinggi: Rp 7.455.000 (JL Pulo Lentut)

Tanah Abang, Jakarta Pusat

Terendah: Rp 2.508.000 (JL Gatot Subroto)

Tertinggi: Rp 93.963.000 (JL Jend Sudirman)

Gambir, Jakarta Pusat

Terendah: Rp 4.723.000 (JL Duri Barat GG O

Tertinggi: Rp 28.855.000 (JL Setia Kawan I)

Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Terendah: Rp 2.508.000 (JL Pahlawan)

Tertinggi: Rp 11.305.000 (JL Pos Pengumben)

Taman Sari, Jakarta Barat

Terendah: Rp 5.763.000 (Pinangsia III)

Tertinggi: Rp 29.223.000 (Mangga Besar IX)

Penjaringan, Jakarta Utara

Terendah: Rp 916.000 (GG B 1)

Tertinggi: Rp 18.375.000 (East Cost 1st)

Cilincing, Jakarta Utara

Terendah: Rp 1.862.000 (Kalibaru Barat V)

Tertinggi: Rp 8.145.000 (Kalibaru Barat)

Kepulauan Seribu

Terendah: Rp 335.000 (Pulau Sebira)

Tertinggi: Rp 25.995.000 (JL Pulau Tengah)

Tips Jual Beli Rumah di Jakarta Barat

Bisnis jual beli rumah di Jakarta Barat tak peduli seberapa menggiurkannya tetap memerlukan perhitungan yang tepat. Simak beberapa tips bisnis jual beli rumah di Jakarta Barat ini yang bisa membantu Kamu ini, ya!

  1. Temukan lokasi yang tepat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pilihlah lokasi yang berdekatan dengan proyek pembangunan. Semakin baik sarana prasarana yang ada di sekitar rumah, maka semakin besar juga nilai jual rumah tersebut.

Selain itu, berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik Kota Administrasi Jakarta Barat dalam Statistik Daerah Kembangan 2016, Kembangan yang merupakan pusat Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat dinilai sangat layak dijadikan kawasan perumahan elit dan perkantoran.

Termasuk juga pusat perbelanjaan (mal dan pusat kuliner) dengan dukungan fasilitas publik berkelas di wilayah tersebut seperti Rumah Sakit Puri Indah, hingga pusat pendidikan seperti IPEKA International, Springfield, dan Notredame.

  1. Ketahui kekurangan dan kelebihan rumah

Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan rumah, Kamu dapat melakukan jual beli rumah di Jakarta Barat lebih mudah, serta akan terlihat lebih profesional di mata calon klien. Buatlah daftar dari segala kekurangan dan kelebihan dari rumah tersebut, mulai dari kondisi rumah, lingkungan, serta segala fasilitas umum dan penunjang yang ada di sekitar.

  1. Cari tahu harga pasaran rumah

Dengan naiknya NJOP, pastinya tren harga akan berubah juga. Pastikan Kamu tidak menjual di atas atau di bawah harga pasar. Selain menentukan harga dengan melihat NJOP, Kamu juga bisa memenfaatkan situs properti seperti www.99.co/id untuk melihat harga properti serupa di kawasan yang sama.

  1. Siapkan segala dokumen penting yang diperlukan

Tips berikut ini sering sekali luput untuk dilakukan pebisnis jual beli rumah di Jakarta Barat yang masih pemula. Padahal, dokumen asli dari rumah tersebut bisa dikatakan sebagai legal standing atas kepemilikan properti.

Maka untuk memperlihatkan bahwa Kamu adalah pebisnis profesional. Siapkan segala dokumen penting seperti sertifikat asli, PBB asli, AJB asli, dan blue print terlebih dahulu, ya!

  1. Ketahui waktu terbaik melakukan jual beli rumah

Salah satu waktu yang tepat untuk Kamu jual beli rumah di Jakarta Barat adalah pada saat suku bunga turun. Pasalnya, pada saat suku bunga turun, harga cicilan rumah rendah, dan banyak pemburu properti yang memanfaatkan momen tersebut untuk mencari rumah.

Terlebih, kelas menengah atas sekalipun juga memanfaatkan momen ini terlepas dari kesanggupan finansial yang mereka punya. Jadi, jangan sampai Kamu tidak memperhitungkan masalah ini, ya!.

Baca juga : 7 Bisnis Online Gratis Lewat HP ( Smartphone ) Kekinian dan Lagi Trend.

Itu dia beberapa tips jual beli rumah di Jakarta Barat. Dengan segmen yang pas, harga properti yang tinggi di kawasan ini tidak akan jadi halangan untuk Kamu berbisnis. Semoga sukses!

Tentang penulis

Aina Khinan

Aina

Aina adalah penulis baru di Portal Uang. Salam kenal :)