Freelancer

Sepenggal Cerita Seorang Freelancer Baru

Waktu itu, sama seperti kebanyakan orang, saya memanfaatkan internet hanya sekadar untuk mencari informasi, main facebook, twitteran, sesekali kirim-kirim email ke teman yang jauh.

Sama sekali tak terbayang kalau ada begitu banyak peluang mendapatkan penghasilan dari internet.

Hingga suatu hari, ada seorang kenalan jauh (kenal lewat internet juga), menyarankan salah satu peluang mendapatkan uang dari internet yaitu dengan menjadi freelancer, yaitu menawarkan satu jasa kepada orang lain lalu kita dibayar. Akhirnya atas saran teman itu, saya mendaftar ke salah satu situs freelance yang cukup populer para pekerja lepas.

Dari situlah cerita ini berawal. Yah, namanya juga orang baru, masih belum banyak mengerti seluk-beluk dunia freelance, akhirnya pada hari itu juga saya langsung “apply” banyak job sekaligus.

Dan, ternyata di hari pertama itu saya langsung mendapatkan tawaran job, yaitu membuat desain sebuah logo. Kliennya dari negara Inggris sana. Dengan penuh semangat, saya kerjakan job itu.

Tapi, kemudian ini klien mulai ngelantur, pertama dia minta dibuatin logo untuk situs perusahaannya: A. Tapi dengan alasan nama perusahaannya ganti, dia minta lagi dibuatkan logo yang baru: B. Setelah jadi saya buatkan, dia minta dibuatkan konsep baru. Wah, benar-benar jengkel saya waktu itu, tapi karena semangat dan ingin menjadi freelance yang sukses, akhirnya saya kerjakan juga dengan baik.

cerita freelancer baru

Setelah desain terakhir yang dia minta saya kirimkan, dia bilang: “Wow, this is great, I loved it very much!” Tentu saja saya senang saja hasil karya saya dipuji.

Tapi 15 menit kemudian, dia mengatakan (gak usah Inggris ya? Hehehe..)

“Tadi barusan istriku bangun, dan dia bilang logonya jelek. Jadi maaf sekali desain anda tidak saya pakai, tapi tenang saja saya tetap akan membayar anda sebesar $5, dan akan saya kasih rating maksimal, untuk udah cukup bagus untuk orang baru.”

Apa?! saya dibayar $5 untuk 4 logo? Dari kesepakatan awal $40 untuk satu logo? Wah, gak bener nih! Sampai di sini saya mulai sadar, ada yang tidak beres dengan ini klien. Sadar, kalau saya sedang dimanfaatin, dikerjain. Tapi, ya sudah mau gimana lagi. Toh dia cuma mau bayar $5, sedangkan pihak pengelola pun tidak bisa berbuat banyak pada kontrak “fix priced”.

Jadi, ternyata ada klien-klien nakal yang suka manfaatin para new-comer, para pendatang baru, untuk mendapatkan harga semurah-murahnya dengan iming-iming memberikan rating yang bagus.

Memang, dimana-mana selalu saja ada orang yang oportunis, yang memanfaatkan kelemahan orang lain. Tapi, dengan kejadian itu, saya jadi makin mengerti dan terpacu untuk belajar lebih banyak dalam tentang dunia freelancer.

Alhamdulillah setelah itu, semuanya menjadi lebih mudah. Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan job pengganti yang cukup besar nilainya. Dan sekarang, rata-rata saya bisa mendapatkan 3 – 5 job per minggu. Semua berawal dari niat terus belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Nah, biar anda tidak mengalami apa yang pernah saya alami dulu, silakan anda baca Tips Untuk Freelancer Sukses, dan bagi anda yang belum mengerti apa itu freelancer, silakan baca tulisan saya yang lalu Kerja Fleksibel, Menjadi Freelancer. Semoga bermanfaat.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar