5 Kesalahan Terbesar yang Dilakukan Freelancer

[mks_dropcap style=”square” size=”48″ bg_color=”#368ec9″ txt_color=”#ffffff”]T[/mks_dropcap]ulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman juga pengamatan saya selama sekian tahun menjalani profesi sebagai freelancer di oDesk.

Dan inilah 5 kesalahan yang biasa dilakukan oleh freelancer:

1. Kurang gairah dan semangat

Ya, tentu saja Kamu benar-benar dapat menghasilkan uang dari oDesk. Tapi, uang seharusnya bukan satu-satunya alasan Kamu berada di sana. Jika motivasi Kamu hanya melulu uang, saya katakan, Kamu akan menemui banyak kesulitan untuk menemukan job.

Oke, jangan salah paham dulu. Saya tidak bermaksud Kamu bekerja bukan untuk uang. Tapi yang saya maksud untuk sukses dalam pekerjaan apapun (termasuk sebagai freelancer di oDesk), Kamu mesti memiliki gairah dan kecintaan terhadap pekerjaan.

Jika Kamu seorang desain grafis, Kamu mesti menyukai tantangan, mau belajar hal-hal baru, yang inti dari semuanya: Kamu memiliki gairah dan kecintaan terhadap profesi sebagai desainer grafis!

Jika tidak, biasanya itu akan berdampak pada hasil pekerjaan Kamu dan Kamu akan mendapatkan feedback yang buruk dari klien, yang akhirnya akan semakin menyulitkan Kamu memperoleh job berikutnya.

2. Menipu pada hasil tes kemampuan

Ini adalah kesalahan kedua yang biasanya dilakukan freelancer oDesk. Sebenarnya bukan hanya di oDesk, tapi juga di platform freelancer lainnya.

Di oDesk sendiri terdapat tes terbuka untuk mengukur kemampuan atau keahlian Kamu, yang mana hasilnya akan menjadi pertimbangan bagi klien untuk menggunakan jasa Kamu.

Nah, salahnya banyak sekali freelancer yang mencoba ‘menipu’ tes ini agar mendapatkan nilai bagus. Dan jika Kamu melakukan hal ini, berarti Kamu telah membunuh karir Kamu sendiri sebagai seorang freelancer.

Anggap saja misalnya, Kamu kurang bagus dalam Bahasa Inggris, tapi Kamu ingin dapat skor bagus pada tes kemampuan dasar Bahasa Inggris. Lalu, Kamu mencari kunci jawaban dari tes tersebut di internet dan masuk ke posisi 10 besar.

Tapi…. apa yang terjadi ketika Kamu berhadapan dengan klien yang sebenarnya? Ketika Kamu chat dengannya di Skype atau menelepon Kamu? Bisakah Kamu juga menipunya?

Ini membuat kesan yang buruk dan sangat tidak baik bagi perjalanan karir freelancer Kamu.

3. Tidak membaca job post dengan teliti

Kamu harus membaca posting job dengan teliti dan cermat, memahaminya, baru kemudian mengajukan lamaran. Jika Kamu tidak 100% yakin dengan job tersebut, seharusnya Kamu tidak mengajukan lamaran.

Jika Kamu mengajukan lamaran pada posting job tanpa membacanya dengan cermat terlebih dahulu, Kamu tidak hanya membuang waktu si klien, tapi juga membuang 1 kesempatan dari 25 kesempatan mengajukan lamaran kerja yang Kamu miliki pada minggu berjalan.

Itulah yang membuat banyak klien menyaratkan agar Kamu menulis frasa acak tertentu pada cover letter, hanya sekedar memastikan bahwa Kamu telah membaca job post dengan baik.

4. Tidak berkomunikasi cukup dengan klien

Klien selalu berada pada kondisi deadline dan selalu memiliki waktu yang sempit. Inilah mengapa mereka berada di oDesk, dan menggunakan jasa Kamu – seorang profesional!

Kamu mesti selalu menjaga komunikasi yang baik dengan klien serta menginformasikan perkembangan job yang sedang dikerjakan. Ini akan memastikan Kamu mendapatkan feedback yang bagus setelah kontrak berakhir.

Meskipun jika Kamu terpaksa ada keterlambatan dari deadline yang sudah disepakati, jika komunikasi selalu terjalin baik, biasanya tidak akan menjadi masalah serius.

5. Tidak berhati-hati dengan job fixed price

Fixed price job adalah job dengan sistem pembayaran per pekerjaan dan Kamu biasanya dibayar setelah pekerjaan selesai.

oDesk hanya menjamin pembayaran pada job hourly (dimana Kamu dibayar per jam dengan menggunakan tool tracking dari oDesk), tapi tidak ada jaminan pada fixed price.

Sehingga, kadang-kadang Kamu tertipu oleh klien, dimana Kamu telah menyerahkan hasil akhir pekerjaan, tapi klien menolak membayar dengan berbagai alasan.

Untuk menghindari ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Mintalah pembayaran di muka sebesar 10%, untuk menunjukkan keseriusan klien.
  • Mintalah pembayaran milestone, atau pencapaian tertentu dari progress job. Misalkan 30% dari harga jika pekerjaan telah selesai sebanyak 50% dan sebagainya.
  • Pilihlah klien dengan rating yang baik dan telah verified pembayarannya oleh oDesk.
  • Jika Kamu seorang desainer, Kamu dapat memberikan sample dengan watermark pada desain atau kirim gambar beresolusi rendah. Setelah pembayaran dilakukan, barulah kemudian Kamu beri semua file yang diminta oleh klien.

Nah, itulah 5 kesalahan yang biasa dilakukan oleh freelancer oDesk, yang sedikit banyak dapat menghambat perjalanan karir Kamu menuju sukses.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar
close