Sekian lama saya menjalani profesi sebagai freelancer, saya cukup banyak mengenal freelancer lainnya. Mereka adalah kolega-kolega saya yang luar biasa. Tidak jarang saya bekerjasama untuk berbagai proyek.

Tapi, satu hal yang menarik perhatian saya adalah bahwa banyak freelancer yang ‘menghilang’ setelah satu atau dua tahun kemudian. Mereka tidak lagi mengupdate blog mereka. Mereka tidak lagi aktif di berbagai situs freelancer yang sebelumnya diikuti.

Apa yang terjadi pada freelancer yang hebat-hebat ini?

Amat disayangkan, ternyata kebanyakan dari mereka berhenti dari bisnis mereka. Mengapa bisa demikian? Nah, pada posting kali ini, saya mengindentifikasi 5 kesalahan paling umum yang menyebabkan gagal menjalankan bisnis freelance.

Kesalahan umum freelancer

Idealnya, setiap freelancer seharusnya mampu mempertahankan bisnisnya. Amat sangat disayangkan, semua mimpi, semua harapan, semua kerja keras yang telah dilakukan harus sia-sia karena melakukan beberapa kesalahan yang sering tidak disadari.

Memang, kita tidak hidup di dunia yang sempurna, dan pasti akan selalu ada freelancer-freelancer yang akhirnya gagal. Namun demikian, sesungguhnya kita bisa menghindari kegagalan tersebut jika mau dan bersungguh-sungguh.

Dan inilah kesalahan umum yang dapat mengarahkan kita kepada kegagalan, yang seringkali tidak disadari:

1. Terlalu akomodatif

Kenyataan yang tidak begitu menyenangkan, bahwa ada beberapa klien yang mau ‘memanfaatkan’ Kamu. Saya pernah mengulas tentang hal ini pada Awas! Hindari Penipuan di Dunia Freelancer, dan Sepenggal Cerita Seorang Freelancer Baru.

Jika Kamu terlalu akomodatif dan mengikuti klien seperti ini, Kamu akan menghabiskan banyak jam-jam yang tidak dibayar, juga pertanyaan-pertanyaan tidak berguna dari mereka. Atau pun, Kamu terpaksa menerima pembayaran setengah dari jumlah yang disepakati.

Karena itu, pastikan hal ini tidak Kamu alami. Jangan takut untuk menyaring klien dengan sebaik-baiknya, sebelum memutuskan menerima job dari mereka. Tentukan batas waktu job sejak awal. Tentukan pula rate atau harga yang ingin Kamu kenakan kepada mereka, dan tetap pertahankan rate tersebut.

2. Mengabaikan catatan

Sebagai freelancer, Kamu sedang menjalankan sebuah bisnis. Dan layaknya sebuah bisnis, Kamu butuh informasi dan catatan yang memadai untuk membuat keputusan yang tepat.

Kamu perlu membuat catatan. Kamu perlu mencatat berapa pengeluaran dan pemasukan, sebarapapun kecil nilainya. Selain itu, perlu pula Kamu membuat catatan detail mengenai waktu yang Kamu butuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek, sehingga memudahkan Kamu membuat estimasi ke depannya.

3. Tidak bisa diandalkan

Seringkali saya mendapatkan klien yang bercerita bahwa freelancer yang pernah mereka pekerjakan menghilang.

Kita sebagai freelancer, pasti akan mengeluh jika klien kita tiba-tiba menghilang bukan? Begitu pula mereka. Di saat mereka membutuhkan kita, kita tidak dapat diandalkan. Inilah kesalahan utama mengapa banyak freelancer gagal.

Pastikan Kamu menjawab komunikasi dari klien pada jam kerja yang telah disepakati dan selalu tepati deadline Kamu.

4. Enggan mendengarkan

Miskomunikasi menjadi pangkal masalahnya. Seringkali freelancer yang ‘ceroboh’ membuat asumsi yang salah pada suatu projek. Atau pun ia gagal memperoleh semua informasi yang dibutuhkan.

Jadi, jika Kamu memang ragu, tidak yakin apa yang diinginkan oleh klien, tanyalah. Selalu cek ulang semua komunikasi dengan klien, dan ulangi instruksi-instruksi mereka agar tidak terjadi kesalahpahaman.

5. Kalah oleh gangguan sekitar

Seorang freelancer berbeda dengan mereka bekerja di kantor atau seorang karyawan. Seorang freelancer relatif lebih banyak gangguan di sekitar pada saat bekerja. Ini karena, Kamu bebas menentukan kapan dan dimana mau bekerja.

Kamu mungkin punya anggota keluarga lain di rumah yang cukup mengganggu konsentrasi saat bekerja. Teman-teman yang kerap menelepon atau main ke rumah, karena mereka menganggap kita ada di rumah dan tidak bekerja.

Dan ya…. pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, bersih-bersih dan sebagainya, kerap membuat kita tidak bisa fokus pada tugas yang dikerjakan. Belum lagi, suara televisi dari ruang tengah yang gaduh, anak yang menangis mungkin, semakin membuat kita jauh dari ‘bekerja’.

Begitu banyak gangguan dan godaan, namun jika Kamu benar-benar ingin sukses sebagai freelancer, Kamu harus mampu mengatasi semua gangguan-gangguan itu dan fokus. Oleh karena itu, saran terbaiknya, usahakan untuk memiliki ruang khusus sebagai kantor Kamu bekerja di rumah.

Nah, itulah 5 kesalahan umum yang paling banyak menyebabkan kegagalan bisnis freelance. Seperti Kamu lihat, tidak ada satu pun dari kesalahan tersebut yang tidak bisa diatasi. Dengan sedikit perencanaan dan tekad sukses, Kamu akan terhindar dari kegagalan sebagai freelancer.

Bagaimana menurut Kamu? Adakah kesalahan lain yang membuat seseorang gagal sebagai freelancer? Bagikan melalui komentar. Sukses untuk kita semua.

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar