Saya Tidak Lagi Termotivasi untuk Meng-update Blog: Apa yang Harus Saya Lakukan?

Seseorang yang tidak mau menyebutkan namanya, bertanya melalui email tadi pagi:

“Sudah cukup lama saya tidak meng-update blog, karena memang saya tidak punya motivasi lagi untuk ngeblog. Dan saya tidak tahu alasannya, mengapa seperti itu. Saya begitu saja kehilangan motivasi.

Apakah mas Gee punya tips atau saran bagaimana tetap termotivasi untuk mencapai apa yang benar-benar saya inginkan, yaitu uang! Nyatanya, uang sebagai satu-satunya motivasi, tidak cukup membuat saya termotivasi.”

Jujur, agak bingung saya menjawab pertanyaan ini. Karena mungkin ada banyak sudut pandang terhadap masalah motivasi blogging ini.

Tapi baiklah, saya coba untuk menjawabnya.

Jika Kamu tidak tertarik atau tidak termotivasi lagi untuk meng-update blog, maka sepertinya Kamu telah melakukan beberapa kesalahan.

Pertama sekali, mungkin Kamu telah memilih topik blog yang salah, yaitu topik yang tidak benar-benar Kamu sukai. Karena Kamu tidak menyukainya, akhirnya Kamu tidak pula menguasainya. Kamu memilih topik tersebut, hanya karena mendengar cerita bahwa blogger-blogger lain menghasilkan banyak uang melalui topik tersebut, dan berharap Kamu juga dapat melakukannya.

Pendekatan ini mungkin bisa berjalan, bila Kamu berencana untuk memakai jasa penyedia artikel. Bila Kamu adalah satu-satunya penulis konten, maka Kamu, setidaknya harus memiliki gairah dan kecintaan terhadap topiknya, jika tidak maka Kamu akan dengan cepat kehilangan motivasi.

Kesalahan kedua, mungkin Kamu membuat banyak blog sekaligus. Menyempatkan waktu serta menjaga motivasi untuk satu blog saja, rasanya sangat sulit, coba bayangkan jika memiliki banyak blog sekaligus.

Solusi untuk masalah ini sesungguhnya mudah saja:

Mulailah dengan satu blog saja, dengan topik yang Kamu bergairah di dalamnya, yang Kamu sukai, yang Kamu kuasai, lalu fokuskan seluruh energi untuk satu blog tersebut, sampai ia mencapai tingkat trafik dan penghasilan yang diinginkan.

Bacaan lanjutan: Kapan saat tepat membuat blog kedua?

Kedua, saya ingin bicara tentang persistensi, ketekunan. Bahkan jika Kamu hanya memulai dengan satu blog saja, dengan topik yang Kamu sukai, serta memfokuskan semua energi untuk satu blog tersebut, pasti akan ada saat-saat dimana Kamu merasa bosan, lelah, tidak termotivasi, kehilangan ide untuk menulis dan sebagainya.

Tapi…. Kamu harus menyingkirkan itu semua, jika ingin sukses! Kamu harus ‘memaksa’ diri untuk tetap termotivasi.

Betul, saya menyukai bahkan menikmati untuk menulis artikel di blog-blog yang saya miliki, tapi sama seperti semua orang, saya pun pernah mengalami saat dimana saya merasa sangat malas untuk menulis artikel, untuk membalas komentar, untuk mempromosikan blog di media sosial, untuk menjawab puluhan pertanyaan dari pembaca setiap harinya.

Lalu apa yang ‘harus’ saya lakukan pada hari-hari sedemikian?

Saya ‘memaksakan’ diri untuk menulis posting terbaru, untuk membalas komentar, untuk mempromosikan blog dan sebagainya. Kenapa? Karena saya tahu: saya harus melakukan itu, jika ingin blog ini terus berkembang.

Jadi, ya….. memilih topik yang benar, yang benar-benar Kamu sukai, merupakan bagian paling penting dalam perjalanan menjadi blogger, tapi itu belum lah cukup. Kamu masih butuh ketekunan, dan mendorong diri sendiri jika ingin tampil menonjol di antara ribuan blogger lainnya.

Menutup tulisan ini, saya teringat satu kalimat dalam sebuah film (saya lupa sama sekali film-nya):

“Kita mesti melakukan apa yang HARUS kita lakukan, untuk dapat melakukan apa yang INGIN kita lakukan.”

Bagaimana dengan Kamu?

Salam.

  •  
  •  
  •  
Tampilkan Komentar

19 Komentar

  • bener banget mas, gara2 gak mikirin mateng2 mau buat blog niche apa, eh malah jadi down untuk ngeblog. Terimakasi saranya mas

  • mungkin kata kuncinya adalah bagaimana kita bisa memegang komitmen saat awal pertama kali kita membangun sebuah blog
    komitmen untuk terus istiqomah membangun blog

  • Saya juga sama, kadang nggak nafsu lagi nulis bahkan ngebuka blog. Biasanya sih saya off dulu satu dua hari. Karna saya pikir mungkin ini otak butuh refreshing. Jadi saya coba ngegame dulu buat ngilangin rasa jenuh. Lalu saat semangat kembali berapi2 maka biasanya bisa kerja keras lagi, bahkan ngisi jadwal postingan2 yang sebelumnya tertinggalkan. Tapi tak jarang terkadang karna keasikan ngegame bisa membuat blog terbengkalai juga. Jadi hati2 melakukan refreshing. Jangan sampai kita melupakan blog kita.

  • kalo saya lagi down, saya liat perjuangan ayah ibu saya, atau lihat kebutuhan anak istri, atau liat tagihan/angsuran bulanan,,,

  • kalau seandainya kehillangan motivasi untuk ngeblog. cobalah memulainya dengan sesuatu yang baru. karena kalau banyak bereksperimen dari blog menjadikan motivasi baru untuk kita. nice sharing mas gee

  • Menurut saya, pendapat ekstrimnya adalah:
    "kalau tujuan utamanya cari uang ya jangan ngeblog tapi jualan online saja"

  • hhhmm… tulisan mas jhon selalu enak dibaca,

    saya sudah hampir 2 mingguan udah ga posting-posting neh mas, semoga setelah membaca tulisan-tulisan mas tambah motivasi lagi buat nulis… 🙂

  • @edi.
    betul mas Edi, jika topiknya saja tidak kita sukai bagaimana kita bisa sungguh2 menjalankannya?

    @daniel.
    setuju mas Daniel. Dalam hal apapun, memang kita mesti "memaksakan diri" mencapai potensi terbaik yg kita miliki. 🙂

    @abdul.
    hehe…. semoga sekarang motivasinya kembali berkobar mas Abdul. Sukses selalu!

    @denny.
    ya itu tuh yang saya maksud. apalagi pelajaran kimia… waduh… saya mending keluar dari kelas… hehe… 🙂

  • sama hal seperti menerima subah mata pelajaran di sekolah kalau mata pelajaran gak kita sukai pasti cepet bosan bawaannya pengen cepet selesai jam belajarnya

  • Super sekali mas,, saya sangat setuju dengan penjelasannya, itu juga yang saya alami beberapa waktu yang lalu, lama saya vakum tidak menulis, selain kesibukan, juga rasa malas yang terus menghinggapi sehingga ide2 untuk menulis juga tidak ada.

  • saya amat setuju dengan mas gee, sebearnya dalam keadaan terjepit sja orang bisa megneluarkan potensi terbaik yang dimiliki didalam dirinya.

    konteks memaksa sebenarnya adalah salah satu motivasi diri, oleh karenanya setiap hendak memulai sesuatu, rencanakan dengan baik agar ketika mengalami kendala diperjalanan, kita sudah tahu solusinya, bukan begitu mas gee jhon?