Youtube

Tips Membuat Video Youtube yang Ditautkan dan Disematkan Pemirsa Secara Sukarela

Artikel ini bagian tak terpisahkan dari artikel sebelumnya, yaitu tips membuat video yang ditonton banyak pemirsa.

Pada artikel tersebut saya telah paparkan berbagai tips agar video Youtube Kamu dapat memenangkan persaingan dan meraih permirsa sebanyak-banyaknya. Mulai dari optimasi video dan saluran, sampai optimasi metadata video yang meliputi, nama file, deskripsi, tags, thumbnail dan sebagainya.

Nah, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat video yang lebih baik, yang akan ditautkan dan disematkan (embed) pemirsa secara sukarela. Embed dan link adalah faktor lain yang membuat video Kamu memenangkan persaingan.

Embed dan link yang berasal dari website relevan dengan video Kamu, sangat berpengaruh terhadap reputasi dan ranking video Kamu di mata Google. Ini sama halnya dengan upaya SEO pada website atau blog pada umumnya.

Untuk memperoleh link dan embed alami, maka Kamu harus berusaha membuat video yang lebih baik. Lebih baik dari semua video sejenis yang dimiliki orang lain.

Dan berikut beberapa tips membuat video Youtube yang lebih baik:

Ketahui audiens Kamu dan apa yang mereka inginkan

Tanya pada diri sendiri:

  • Apa yang ingin diinginkan pemirsa (audiens) saya?
  • Dimana audiense saya telah ‘melahap’ konten sejenis? Lakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui konten sejenis, seperti website / blog atau saluran Youtube yang telah ada lebih dulu. Lihat apa yang mereka sajikan, kelemahan dan kekurangan mereka.

Dari situ Kamu akan memperoleh gambaran untuk membuat video yang lebih baik lagi. Konten yang menarik, adalah kunci orang-orang akan dengan sukarela membagikannya.

Gunakan format video yang populer

Ada tiga jenis konten video yang bekerja sangat di Youtube:

  • Hiburan: menyenangkan, mudah dicerna, informasi yang tidak terlalu serius.
  • Informasi: berita, opini, interview dan informasi lainnya.
  • Pendidikan: panduan melakukan sesuatu, tutorial, demo dan review.

Bersikap personal

Terutama untuk jenis video dimana Kamu menjadi ‘bintang’ utamanya. Ingat, pemirsa benar-benar dapat ‘melihat’ dan ‘mendengar’ Kamu. Manfaatkan ini untuk membangun baik dan kepercayaan. Tataplah langsung ke kamera dan bicaralah langsung kepada pemirsa.

Jadilah bersahabat, akrab, sapa pemirsa. Ucapkan banyak kata “Kamu”, buatlah seolah Kamu sedang berbicara empat mata.

Buatlah pembuka yang benar-benar menarik

15 detik pertama video Kamu adalah kunci penting. Kita tahu, bahwa rentang perhatian orang secara online, sangat-sangat pendek. Mereka dengan mudah klik sana, klik sini dan menekan tombol back.

Usahakan secara maksimal bagaimana menarik perhatian pemirsa dengan membuat pembuka video yang mengundang ketertarikan serta rasa penasaran. Sampaikan di awal apa yang akan Kamu sampaikan berikut alasan mengapa Kamu perlu mendengarkannya sampai tuntas.

Manfaatkan trending topics

Ikuti terus hal-hal yang menjadi tren secara umum di topik Kamu, seperti melalui media sosial, forum dan lainnya. Topik-topik inilah yang bisa Kamu manfaatkan untuk menarik pemirsa sebanyak-banyaknya. Kembangkan kreativitas seluas-luasnya, dan buatlah video dengannya.

Membuat video interview

Mewancarai seseorang adalah cara paling cepat  membuat video hebat yang bisa Kamu lakukan. Ini juga bisa dikatakan cara yang paling mudah, ya…. karena orang yang Kamu wawancarai telah melakukan semuanya.

Jika Kamu berhasil menemukan seorang ‘ahli’ di topik Kamu, cukup dengan shoot selama 10 menit, Kamu sudah mampu membuat beberapa konten hebat di Youtube.

Menemukan orang yang dapat diwawancara, juga tidaklah terlalu sulit. Di sebuah pameran, pertemuan, rapat atau di event-event lainnya yang terkait dengan topik Kamu, adalah tempat-tempat yang bagus dan mudah menemukan seseorang yang mau membagikan pemikiran dan pengalamannya. Bahkan Kamu dapat menyediakan interview melalui video Skype, lalu menggunakan screen capture untuk merekam video.

Satu fakta, secara umum bisa dikatakan, semua orang suka untuk diwawancarai dan dimintai pendapatnya. Namun, untuk menghasilkan video interview yang baik, ada beberapa hal yang perlu Kamu perhatikan. Berikut beberapa hal tersebut:

Rahasiakan pertanyaan Kamu

Orang yang akan Kamu wawancarai mungkin meminta daftar pertanyaan yang akan diajukan. Dan ini adalah permintaan yang wajar, namun sebisa mungkin Kamu tetap merahasikannya. Membeberkan detil pertanyaan sebelum wawancara berlangsung, bukanla ide yang baik.

Tentu, Kamu mesti memberitahu di awal apa topik yang akan dibicarakan, tapi jika Kamu memberitahu semua detil pertanyaan Kamu, subyek wawancara Kamu akan mempersiapkan diri dan mengingat respon terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ini membuat Kamu kehilangan spontanitas dan ‘kesegaran’, dan wawancara akan berjalan kaku dan monoton.

Pertanyaan pendahuluan yang membuat santai

Saat kamera mulai merekam, berilah beberapa pertanyaan yang membaut santai: “Apakah Kamu sudah melihat produk Samsung S6 terbaru?”, “Wah terlihat bagus sekali, dimana Kamu membeli topi merah itu.”

Setelah beberapa saat tanya jawab santai, barulah Kamu masuk ke inti wawancara. Seringkali ia ‘lupa’ terhadap sorotan kamera, dan ia akan kembali jadi alami di sepanjang sisa wanwancara. Dan itu akan terlihat sangat bagus di kamera.

Ketahui apa yang Kamu inginkan

Saat Kamu bemaksud mewawancarai seseorang, pastikan Kamu tahu apa yang Kamu ingin mereka ceritakan. Sampaikan itu sebelum ia berada di depan kamera. Tanyakan apa yang sedang kerjakan, dan opini apa yang mereka miliki dan ingin disampaikan.

Saat wawancara, bukanlah waktu yang tepat untuk menentukan apa yang ingin Kamu tanyakan. Pastikan Kamu telah memiliki apa saja yang ingin ditanyakan.

Jangan berharap kesempurnaan

Jangan pernah berharap orang yang Kamu wawancarai tampil ‘sempurna’ di depan kamera. Untuk kebanyakan orang, berada di depan kamera terasa sedikit ‘aneh’, sehingga membuat mereka kaku, kikuk dan canggung. Sementara bagi sebagian lagi, tampil apik sebagai pembaca cerita ulung.

Bagi kebanyakan orang, perlu bantuan untuk mengomunikasikan hal-hal menarik apa saja di bidang yang ia geluti.

Dan ingat, kata “…mmmm…”, “eee….” sama sekali tidak jadi masalah. Bahkan dalam banyak hal membuat konten Kamu tampak lebih natural.

Jangan berhenti merekam

Terakhir, setelah semua pertanyaan dilontarkan, katakanlah: “Oke, terima kasih, bagus sekali dan selesai sudah wawancaranya”, tapi…. jangan matikan dulu kameranya. Kenapa? Karena 90% kemungkinan percapakan akan berlanjut.

Inilah, bisa jadi, tips dan informasi yang sesungguhnya! Dengan semua ‘tekanan’ sesi wawancara telah usai, subyek Kamu biasanya akan lebih rileks dan berbicara lebih santai. Kamu seringkali akan mendapatkan beberapa materi paling penting dari semuanya, saat mereka berpikir kamera telah off! Namun, tentu saja Kamu tetap meminta ijin untuk menyertakan rekaman hasil dari trik Kamu ini.

Nah, itulah beberapa tips yang dapat sampaikan untuk membuat video Kamu lebih baik, video yang akan di-link dan disematkan secara sukarela oleh pemirsa Kamu.

Selamat berkarya, sukses selalu untuk kita semua. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini, jika Kamu merasa berguna untuk orang lain.

Salam.

Tentang penulis

Gee Jhon

Gee Jhon

Seorang yang suka belajar, senang berbagi dan gemar berdiskusi. Full time kerja online menjadi freelancer desain grafis, Youtuber serta mengelola beberapa blog.

Tulis komentar

7 Komentar